Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hemodialisa Adalah Penyambung Hidup Sabar

Imron Arlado • Jumat, 4 Juni 2021 | 22:33 WIB
hemodialisa-adalah-penyambung-hidup-sabar
hemodialisa-adalah-penyambung-hidup-sabar

Kesehatan sangat mahal harganya dan bisa menyerang siapa dan kapan saja. Untuk itulah, masyarakat perlu mempunyai Jaminan kesehatan sedini mungkin. Pelayanan gagal ginjal merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan kepada pesertanya. Layanan cuci darah dapat diperoleh oleh semua peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan status kepesertaan aktif, sesuai indikasi medis dan mengikuti prosedur yang berlaku.


Sabar (50) merupakan peserta dari segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU), merasa bersyukur sekali telah memanfaatkan kartu JKN-KIS. Awalnya ia mengeluh buang air kecil tidak lancar, hingga ia harus berobat ke faskes pertama. Dari indikasi medis yang didapat ia kemudian  dirujuk ke RSUD Kabupaten Jombang dan menjalani rawat inap. Dari hasil pemeriksaan, Sabar ternyata diwajibkan untuk cuci darah. Betapa kagetnya Sabar kala mengetahui kondisinya tersebut. Tidak terbayangkan olehnya biaya cuci darah yang mahal, apalagi pekerjaannya sebagai sopir kala itu.


“Kalau saya bayar umum biayanya sekitar 800 ribu sampai 1 jutaan. Jadi kalo sebulan berarti 8 kali, tentunya biayanya cukup besar. Tidak bisa dibayangkan jika sampai saat ini tidak mendaftar JKN-KIS dan saya harus mengeluarkan biaya sendiri. Mungkin saya lebih memilih untuk berhenti menjalani hemodialisa karena sudah tidak bisa membayar biaya lagi. Alhamdulilah semua  biaya dijamin BPJS Kesehatan,” ujar Sabar.


Dirinya dan keluarga merasa sangat terbantu dalam pembiayaan pengobatan tersebut oleh BPJS Kesehatan. Selain itu, pelayanan kepada setiap peserta JKN-KIS yang diberikan tidak pernah dibedakan dengan pasien lainnya.


“Cuci darah rutin ini saya jalani sudah 2 tahun ini, 2 kali dalam seminggu di RSUD Kabupaten Jombang. Selama perawatan saya tidak pernah dikenakan biaya sedikitpun maupun iur biaya untuk obat maupun layanan lainnya. Pelayanan yang diberikan sangat baik dan tidak pernah dipersulit untuk mendapatkan pengobatan. Saya merasa nyaman dengan jadwal yang telah diberikan dan tidak menunggu lama,” ungkapnya.


Sabar  juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang. Selama menjalani hemodialisa, Sabar tidak pernah mendapatkan perbedaan pelayanan sama sekali dengan pasien umum terkait pelayanan kesehatan. Semua pasien diperlakukan sama.


"Saya dan keluarga berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu, kepada peserta JKN-KIS untuk selalu rutin membayar iuran sehingga dapat berjalan baik dan menjamin kesehatan seluruh rakyat Indonesia dan berharap untuk masyarakat Indonesia yang belum menjadi peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan sebelum sakit, hal ini tidak semata mata untuk dirinya saja, namun apabila dikarunia sehat maka iuran tersebut dapat digunakan untuk membiayai peserta lain yang sakit,” tuturnya  (ar/gy)



Vivin Bersyukur Kenal JKN-KIS


Melahirkan sering disebut sebagai ujung dari penantian panjang selama masa kehamilan. Proses yang panjang menjadikan Ibu yang melahirkan kerap disebut sedang “bertaruh nyawa". Salah satu manfaat yang bisa didapatkan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), khususnya bagi wanita hamil, yaitu bisa menggunakan kartu JKN-KIS untuk periksa kehamilan dan melahirkan. Seperti yang di alami oleh Vivin Sofia (42) dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dalam proses mengandung dan melahirkan caesar.


Vivin menceritakan sebulan sekali melakukan cek kehamilan di Fasilitas Kesesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Tepatnya di Klinik Alif Medika 2 dengan menggunakan Kartu BPJS Kesehatan. Dari hasil pemeriksaan terakhir, ia mendapati bahwa buah hati diperutnya tidak dalam posisi yang tepat, posisi kaki janinnya cenderung ke arah saluran kelahiran atau yang dikenal sebagai kelahiran sungsang. Terbayang untuk biaya operasi caesar menelan biaya yang sangat mahal. Namun, untungnya ia adalah peserta JKN-KIS terdaftar aktif. Atas indikasi medis ini lah, kemudian dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) Rumah Sakit Ibu dan Anak Muslimat Jombang  untuk mendapatkan persalinan caesar.


“Alhamdulillah buah hati kami lahir di RSIA Muslimat Jombang dengan selamat, baik ibu maupun anaknya dalam kondisi sehat. Operasi persalinan caesar berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. Pelayanan yang diberikan RSIA Muslimat Jombang sangat cepat dan tanggap, nyaman dan tidak ada perbedaan peserta, baik peserta BPJS maupun peserta umum. Baginya ruangan kamar yang bersih bersih, petugas kesehatan yang ramah dan pelayanan yang baik merupakan tonggak dalam pelayanan terbaik bagi rumah sakit. Segala biaya rawat inap sampai dengan operasi dijamin oleh BPJS Kesehatan dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun dengan menggunakan kartu JKN-KIS,” tuturnya.


Baginya ini merupakan program kemanusiaan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan. Ia pun sangat terharu  dan membandingkan pelayanan yang dirinya terima dengan pasien yang juga melahirkan caesar  dengan biaya  umum.  Proses administrasi pun sangat mudah dalam proses penambahan anggota keluarga. Ia menjelaskan bahwa dengan melampirkan surat kelahiran, Kartu Keluarga dan Kartu BPJS, proses penambahan anggota keluarganya pun sudah terselesaikan.


“Saya mengapresiasi dan banyak terima kasih kepada pemerintah yang telah menyelenggarakan Program JKN-KIS dan telah banyak membantu serta memberikan manfaat kepada masyarakat. Ia berharap ada petugas yang siap dan mengarahkan alur-alur pelayanan, semoga Program JKN-KIS dapat terus berlangsung dan berjalan baik dalam meningkatkan pelayanannya,” tuturnya. (ar/gy)

Editor : Imron Arlado
#bpjs kesehatan mojokerto