Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tak Aman, Wali Kota Tutup GMSC

Imron Arlado • Selasa, 18 Mei 2021 | 16:10 WIB
tak-aman-wali-kota-tutup-gmsc
tak-aman-wali-kota-tutup-gmsc

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Wali Kota Ika Puspitasari akhirnya menutup sementara sebagian pelayanan publik di Graha Mojokerto Service City (GMSC) hingga batas waktu tidak ditentukan. Keputusan itu menyusul kondisi fisik gedung empat lantai yang dinilai tak aman pasca ambrolnya plafon di Mal Pelayanan Publik (MPP) awal Januari lalu.


Di sela kegiatan inspeksi mendadak (sidak) aktivitas pelayanan masyarakat sekaligus hari pertama kerja setelah libur Hari Raya Lebaran di GMSC, Senin (17/5), wali kota juga meninjau kondisi infrastruktur di dalam gedung. Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menemukan adanya sejumlah titik kerusakan di hampir setiap lantai.


Di antaranya kondisi plafon di lantai empat atau hall GMSC yang kondisinya sudah mengalami kemiringan. Begitu pula di toilet lantai tiga karena terdapat bagian plafon yang ambrol. Beberapa kerusakan ringan lainnya juga ditemukan di gedung MPP tersebut.


Melihat kondisi tersebut, Ning Ita akhirnya memilih untuk menutup sementara sebagian pelayanan publik di GMSC. ’’Mungkin penutupan sementara ini langkah solutif,’’ terangnya usai meninjau GMSC.


Menurutnya, keputusan tersebut atas pertimbangan keamanan bagi masyarakat. Sebab, adanya kerusakan di beberapa bagian gedung dinilai cukup mengkhawatirkan. Apalagi, dalam rentang empat bulan terakhir, tercatat sudah dua kali kejadian kerusakan gedung yang berisiko membahayakan. ’’Maka, ini tentu harus ada sebuah solusi yang komperehensif. Bagaimana ke depan agar tidak terjadi lagi insiden-insiden serupa,’’ bebernya.


Disebutkannya, penutupan sementara diberlakukan di seluruh gedung GMSC. Terkecuali di lantai tiga yang merupakan kompleks perkantoran dari tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), serta Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPT dan Naker).


Sedangkan tiga lantai lainnya sepenuhnya tidak difungsikan sebagai akses publik. Sehingga, tegas dia, hall GMSC yang sebelumnya disewakan sebagai pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu pun terpaksa tetap ditutup. ’’Karena hari ini (kemarin) saya melihat di lantai empat pun kondisinya juga mengkhawatirkan,’’ tandas Ning Ita.


Dengan begitu, operasional MPP juga dipastikan ditunda. Sedianya, terdapat sejumlah konter pelayanan publik di lantai dua GMSC. Antara lain, pelayanan perbankan, keimigrasian, samsat corner, deskranasda, hingga sejumlah layanan di bawah OPD Pemkot Mojokerto lainnya. Praktis yang sejauh ini masih berjalan hanya pelayanan perizinan dan pengurusan adminduk.


Dia menyebutkan, penutupan sementara pelayanan di GMSC diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan. Sebab, pihaknya bakal melakukan inventarisasi kondisi keamanan dan kelayakan infrastruktur di masing-masing lantai. Dan, selanjutnya akan dilakukan perbaikan secara komperehensif atau menyeluruh. ’’Jadi, tidak hanya meyelesaikan pada satu parsial di lantai dua saja karena ambruk. Karena di lantai-lantai yang lain kondisinya juga mengkhawatirkan semua,’’ bebernya.


Namun, imbuh Ning Ita, sentuhan fisik tersebut akan lebih dulu dikoordinasikan dengan aprarat penegak hukum (APH) yang sejak awal melakukan investigasi terkait insiden ambrolnya plafon GMSC. Selain bakal meminta pendampingan, pihaknya juga menunggu hasil dari tim ahli teknik konstruksi dan bangunan yang sebelumnya telah diterjunkan petugas kepolisian. ’’Karena ini (insiden ambrolnya plfafon GMSC) kan sudah ditangani APH. Jadi, hasil dari APH seperti apa, itulah yang nanti akan menentukan,’’ paparnya.


Untuk diketahui, GMSC merupakan megaproyekPemkot Mojokerto yang dibangun secara multiyears. Pembangunan gedung dimulai pada 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp 29,9 miliar. Pada 2017 dilanjutkan pembangunan tahap kedua dengan menyerap APBDsebesar Rp 31,7 miliar. Gedung yang berdiri di atas lahan eks RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo ini kembali mendapat kucuran anggaran di tahun berikutnya untuk sarana pendukung. Masing-masing untuk pemasangan eskalator dan elevator senilai Rp 5,4 miliar pada 2018; pengadaan genset, AC, dan landscape Rp 7,1 miliar tahun 2019; serta Rp 1,3 miliar di akhir 2020 lalu untuk perubahan layout.

Editor : Imron Arlado
#prestasi wali kota mojokerto