SMAN 1 Ngoro bakal mencetak siswanya menjadi seorang pengusaha yang mampu bersaing di dunia global. Di bawah kepemimpinan Rino Indaru Kuswemi, sekolahan ini menerapkan sistem double track yang dicanangkan Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Program ini telah berjalan sejak setahun terakhir.
Program dirancang dengan tujuan mencetak lulusan yang terampil, berkualitas, serta mampu mengembangkan diri secara mandiri untuk bersaing. ’’Dengan program double track dan kerja sama dengan ITS Surabaya ini merupakan upaya dari SMAN 1 Ngoro dalam mencetak lulusan-lulusan yang berkompeten,’’ ujar Kasek SMAN 1 Ngoro Rino Indaru Kuswemi.
Menurutnya, sekolah yang dipimpinnya itu tak hanya menciptakan lulusan yang memiliki daya saing dalam memasuki perguruan tinggi saja. Akan tetapi, SMAN 1 Ngoro juga membekali siswa didiknya dengan keahlian dan keterampilan melalui program double track dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. ’’Kami telah berhasil mencetak prestasi. Baik prestasi akademik maupun non akademik dan kami sempurnakan dengan program double track,’’ ujarnya.
Rino menjelaskan, dengan program tersebut, sekolahnya menyediakan empat bidang pelatihan keterampilan. Meliputi tata boga, multimedia, kecantikan dan tata busana. Dijelaskannya, dalam mengikuti pelatihan tersebut, siswa dibimbing trainer dengan keahlian khusus asal SMAN 1 Ngoro dan telah tersertifikasi standar ITS Surabaya.
Para trainer akan mencetak para siswa menjadi pengusaha karena sudah mampu berwirausaha ’’Alhamdulillah, kita juga mendapat apresiasi dari tim monev ITS. Karena program double track ini sudah berjalan dengan sangat baik di SMAN 1Ngoro. Bahkan para siswa juga sudah mampu berwirausaha mandiri di rumah,’’ jelasnya.
Perempuan kelahiran 1969 itu juga menyampaikan, untuk menyempurnakan program tersebut, dirinya menggandeng dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Menurutnya, menjalin kerja sama dengan DUDI juga sangatlah penting. Dengan adanya kerja sama itu, dapat membuka peluang kerja bagi para siswa usai lulus. ’’Tidak hanya membekali ketrampian dan keahlian saja. Kami juga memberikan peluang besar bagi siswa untuk bekerja,’’ ungkapnya.(bas)
Editor : Imron Arlado