Bukan tanpa alasan. Karena, untuk menangani seorang customer hingga mendapatkan bentuk alis sempurna seperti yang diidamkan, Shinta harus menghabiskan waktu yang cukup lama.
Alis mampu menjadi identitas bagi perempuan. Dengan alis yang indah, maka kecantikan akan paripurna. Dan, saat ini, alis menjadi perhatian kalangan perempuan. Alasannya, dengan memakai masker, alis akan menjadi perhatian banyak orang.
MASA PANDEMI yang masih berlarut, ternyata membawa berkah tersendiri bagi salon wajah. Khususnya yang berkecimpung di bidang sulam alis. Pasalnya, dengan kewajiban memakai masker saat ini, bagian wajah yang bisa menjadi perhatian hanya bagian atas wajah. Termasuk mata dan alis.
Tak heran, dengan kondisi seperti ini, para kaum hawa lebih memilih menyempurnakan bentuk alis. Meski tidak ada batasan jelas tentang bentuk alis yang ideal, namun tak dipungkiri bentuk alis yang menarik seakan sudah menjadi bagian dari penampilan yang sempurna.
Seperti yang diakui Shinta Puspa. Owner Shipus Beauty, sebuah salon yang khusus menangani sulam dan extend bulu mata ini mengatakan, beberapa bulan terakhir, jumlah customer salonnya meningkat cukup tajam. Kebanyakan untuk menyempurnakan bentuk alis atau sekadar mengikuti tren bentuk alis.
Ditegaskan Shinta, para customer ini mengaku ingin menyempurnakan tampilan wajahnya dari sisi alis karena sebagian besar wajahnya harus selalu tertutup masker. Jadi, dengan bentuk alis yang sempurna, penampilan mereka kian memikat meski tertutup masker. ’’Karena pakai masker, jadi yang terlihat hanya bagian atas wajah saja. Jadi bentuk alis yang menarik bisa menjadi tampilan yang sempurna,” terangnya.
Dengan bentuk alis yang sudah menarik tersebut, para kaum hawa tak perlu lagi menggunakan make-up yang terlalu tebal. ’’Cukup pakai make-up soft saja sudah terlihat makin menarik,” imbuhnya.
Di salonnya yang terletak di Jalan Hockey HH-12, Perumahan Japan Raya, Sooko, di masa pendemi ini Shinta mengaku mendapat penambahan order yang lumayan meningkat tajam. Bahkan, tak jarang, Shinta menyarankan customer-nya untuk inden terlebih dahulu. ’’Biasanya harus janjian terlebih dahulu,” kata ibu satu anak ini.
Beda dengan Tato Alis
SULAM alis dan tato alis bukan metode yang sama. Meski sama-sama menyempurnakan bentuk alis, namun keduanya memiliki perbedaan yang mencolok. Tato alis lebih bersifat permanen. Sementara sulam alis bersifat temporer.
’’Kalau sulam alis hanya menyentuh lapisan dermis atas atau dangkal. Jadi tidak sampai masuk bagian kulit bawah. Bisa dikatakan, air masih bisa meresap masuk. Sementara kalau tato alis, menyentuh bagian dermis bawah atau dalam,” terang Shinta Puspa.
Kendati hanya menyentuh lapisan dermis atas, namun Shinta mengaku, ada yang perlu dipahami calon customer sebelum melakukan sulam alis. Di antaranya memahami jenis kulit. ’’Masing-masing orang memiliki kulit berbeda. Ada jenis kulit kering, ada pula jenis kulit normal dan sebagainya,” kata Shinta.
Selain itu, untuk mendapatkan hasil sulam alis yang maksimal, faktor perawatan setelah melakukan sulam alis juga tidak bisa diabaikan. Karena sifatnya yang semi permanen, sulam alis perlu perawatan khusus. ’’Bagian mata ke atas jangan terkena air minimal 24 jam setelah melakukan sulam alis,” terangnya.
Yang perlu diperhatikan lagi pasca melakukan sulam alis adalah retouch atau perawatan ulang. Untuk retouch, Shinta menyarankan maksimal setelah 3 bulan melakukan sulam alis. Tujuannya, untuk menjaga atau memperbaiki bentuk alis agar tetap sempurna. ’’Selain harus melakukan sulam alis pada yang profesional, perawatan yang baik dan benar sangat menentukan bentuk alis seperti yang diinginkan,” tandas Shinta. (nto)
Editor : Imron Arlado