Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ikut Jejak Nabi, Bangun Peradaban dengan Iqra

Imron Arlado • Jumat, 30 Oktober 2020 | 17:55 WIB
ikut-jejak-nabi-bangun-peradaban-dengan-iqra
ikut-jejak-nabi-bangun-peradaban-dengan-iqra

KEMAJUAN peradaban suatu bangsa, umumnya banyak disumbang oleh kecerdasan dan pengetahuan yang dimiliki. Makin banyak ilmu pengetahuan, makin tinggi pula peradaban. Budaya suatu bangsa biasanya berjalan seiring dengan budaya literasi atau membaca. Budaya membaca ini juga identik dengan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW yang berbunyi Iqra atau berarti bacalah.


Teladan tersebut dituturkan kembali oleh Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah Tahun 2020 yang mengangkat tema Kita Teladani Perjuangan Rasulullah dalam Membangun Peradaban.


Seperti diketahui bahwa wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW adalah QS. Al Alaq (1-5) yang berisi perintah membaca. Perintah membaca ini bersifat umum, tidak dikaitkan dengan obyek tertentu. Bisa diartikan secara luas dengan membaca kitab suci, buku, risalah, dan sejenisnya.


’’Nabi Muhammad SAW adalah pribadi yang gemar membaca, seperti wahyu pertama yang diterima yakni Iqra atau bacalah. Hal ini juga diajarkan kepada seluruh muslim. Kita sangat beruntung dapat memetik pelajaran tersebut,’’ kata Pjs Bupati di Pendapa Graha Majatama Selasa (27/10) pagi.



Selain membaca, uswatun hasanah atau teladan baik Nabi Muhammad SAW, hendaknya diserap baik dalam perilaku maupun etos kerja. ’’Maulid Nabi adalah titik bagi kita untuk mengevaluasi sejauh mana kita mampu mencontoh teladan beliau. Uswatun hasanah yang melekat pada diri Rasulullah, baik dalam aspek ibadah dan bekerja, hendaknya bisa kita contoh bersama,’’ tuturnya dilanjutkan siraman rohani oleh KH Agus Mustofa. (tik)

Editor : Imron Arlado