Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gelar Workshop, Bedah Program JKN

Imron Arlado • Sabtu, 24 Oktober 2020 | 15:35 WIB
gelar-workshop-bedah-program-jkn
gelar-workshop-bedah-program-jkn

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mojokerto menggelar Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020 yang digelar secara virtual, Kamis-Jumat (22-23/10). Kegiatan ini diikuti media seluruh Indonesia, termasuk perwakilan jurnalis di Mojokerto.


Kegiatan yang membahas peran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) masa pandemi ini, hadir sebagai narasumber di antaranya staf khusus Menteri Keuangan (Menkeu) RI Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo.


Selain, dari Kemenkeu hadir juga Kedeputian Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kunto Ariawan dan pemerhati kebijakan publik Agus Pambagio. Juga hadir Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, TB. A Choesni, Pakar Asuransi Kesehatan, Budi Hidayat, Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede.


Kegiatan ini dibuka Direktur SDM dan Umum BPJS kesehatan melalui Kepala Humas BPJS Kesehatan, Muhammad Iqbal Anas Ma’ruf. ’’Kegiatan ini merupakan upaya kita dalam meningkatkan hubungan kemitraan dengan media dan untuk memberikan informasi tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan,’’ katanya.


Ia berharap, segala informasi terkini yang didapat dari kegiatan ini dapat disampaikan ke masyarakat sebagai sarana publikasi dan ajang sosialisasi kepada publik mengenai penyelenggaraan program JKN-KIS yang telah memasuki usia tujuh tahun tersebut.


Iqbal menambahkan, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program jaminan sosial bidang kesehatan dengan jumlah peserta terbesar di dunia, memiliki kepentingan menyampaikan informasi secara faktual ke seluruh pemangku kepentingan. Terutama ke peserta dan publik eksternal.


Oleh karena itu, kehadiran BPJS Kesehatan dalam mengelola program JKN-KIS memiliki hubungan erat dengan keterbukaan informasi publik dengan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, tranparansi, pelayanan prima, demokrasi dan partisipasi, efesiensi dan efektivitas, serta supremasi hukum dapat diterima oleh seluruh masyarakat.


Di sinilah, media massa memegang peranan kunci sebagai penghubung komunikasi antara BPJS Kesehatan kepada masyarakat. ’’BPJS Kesehatan juga memerlukan media massa sebagai mitra BPJS Kesehatan dalam menyiarkan progres-progres konstruktif yang berhasil dikembangkan oleh BPJS Kesehatan dalam mengelola Program JKN-KIS, sekaligus untuk membentuk citra organisasi yang positif dan opini publik yang kuat terhadap BPJS Kesehatan,’’ tegasnya.


Diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang baik oleh seorang jurnalis tentang program JKN-KIS, agar mereka dapat menyalurkan informasi tersebut dengan benar dan berimbang kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terkait perkembangan program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan sejak 1 Januari 2014.


Workshop dilaksanakan dua hari. Mulai 22-23 Oktober 2020 dengan 3 tema yang menjadi isu hangat di tengah masyarakat. Yaitu, Menjaga Keberlangsungan Program JKN-KIS, Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Pandemi Covid-19, dan Optimalisasi Layanan Jaminan Kesehatan di Era Pandemi Covid-19. (bas)

Editor : Imron Arlado
#workshop bpjs kesehatan #bpjs kesehatan mojokerto