Tour leader memiliki peran penting dalam keberhasilan pelaksanaan umrah. Karena itu, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) harus memahami setiap perkembangan. Mulai dari kebijakan pemerintah Arab Saudi saat new normal dan kebijakan pemerintah dalam negeri.
Hal inilah yang diungkapkan Kasi Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali, saat Sertifikasi Kompetensi Tour Leader yang digelar An Namiroh Travelindo bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata PHURI Nusantara, di Ayana Hotel Trawas, Sabtu (17/10).
Ditegaskan Mukti Ali, PPIU juga mempersiapkan tenaga dan SDM untuk lebih siap menghadapi era baru. Ke depan, digitalisasi jadi satu keniscayaan seiring dengan masyarakat yang akan lebih terbiasa dengan online digital, maka perusahaan biro perjalanan juga akan mempercepat adopsinya.
’’Kami sangat berterima kasih kepada pihak yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini, karena telah menghadirkan beberapa asesor untuk menguji kompetensi para tour leader sehingga semakin meningkatkan SDM dan memberikan kenyamanan bagi jamaah," katanya.
Sementara, Direktur An Namiroh Travelindo Bagoes Awaludin Irfansyah LC mengatakan, pihaknya kembali menggelar training of tour leader Angkatan 2 yang diikuti 65 peserta dari para mitra dan perwakilan AnNamiroh Travelindo.
Sebelumnya, pihaknya juga menyelenggarakan di Hotel Aston Jember diikuti 275 peserta dari perwakilan se Jawa Timur dan sekitarnya. ’’Training ini diadakan rutin sebagai bentuk komitmen dari dalam meningkatkan pelayanan jamaah demi mewujudkan kepuasan jamaah,’’ katanya.
Selain itu, Bagoes menyampaikan, sebagai travel terbaik unggul resmi dan berizin berdasar PPIU KEMENAG 949/2019, pihaknya ingin terus memberikan pelayanan terbaik. Salah satunya dengan meningkatkan SDM terutama tour leader.
Di acara ini, para peserta tidak hanya mendapat materi tentang tour leader. Tetapi juga mendapat informasi pelatihan seperti protokol kesehatan. ’’Dengan kegiatan ini, kami berharap para peserta bisa mengetahui kemampuan atau skill masing-masing. Tentunya dalam melayani jamaah,” tambahnya.
Direktur LSP PHURI Nusantara Bambang Setiawan, mengatakan, kegiatan uji kompetensi sektor Pariwisata bidang tour leader ini diharapkan dapat melahirkan tour leader yang mahir dan memiliki kemampuan sesuai dengan standar kompetensi yang ditentukan pemerintah. ’’Kegiatan ini merupakan agenda yang untuk KBIHU An Namiroh dalam rangka menyiapkan tour leader yang profesional dan berlisensi sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah,’’ katanya.
Seorang peserta, Muslehuddin, menilai, kegiatan ini sangat bermanfaat. Alasannya, dengan kegiatan ini, dia bisa mendapatkan legalitas dan meningkatkan kompetensi yang diakui oleh pemerintah. ’’Dengan mengikuti pelatihan ini, saya bisa meningkatkan kompetensi juga untuk mendapatkan legalitas yang diakui oleh lembaga sertifikasi,’’ katanya. (bas)
Editor : Imron Arlado