KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gemerlap bunga lampu hias tidak akan terlihat lagi di Alun-Alun Kota Mojokerto. Sebab, taman di pusat Kota Onde-Onde itu kini mulai disentuh rehabilitasi. Pemkot bakal merombak total perwajahan ikon kota tersebut.
Kabid Pemulihan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Erijanto mengatakan, proyek rehabilitasi taman alun-alun mulai memasuki tahap pengerjaan. Menurutnya, paket fisik yang dialokasikan dari Perubahan Anggaran Belanja dan Pendapaan Daerah (P-APBD) 2020 itu telah menjalin ikat kontrak dengan pemenang tender sejak Senin (12/10) lalu. ’’Sekarang sudah mulai pengerjaan,’’ paparnya.
Lelang proyek rehabilitasi taman alun-alun ini dimenangkan PT Permata Lansekap Nusantara asal Surabaya. Paket pekerjaan konstruksi tersebut mencapai kesepakatan dengan nilai kontrak Rp 3,07 miliar. Atau turun sekitar Rp 600 juta dari pagu semula Rp 3,67 miliar. Kamis pagi, alat berat mulai melakukan pembongkaran terhadap sejumlah tanaman dan taman lampu hias di sisi timur kompleks alun-alun.
Erijanto menyebutkan, di lokasi tersebut bakal dirombak untuk didirikan bangunan berupa paseban. ”Sehingga lampu hias itu dibongkar,” tandasnya. Dia menyebutkan, didirikannya paseban akan difungsikan sebagai tempat diselenggarakannya agenda Pemkot Mojokerto yang digelar di alun-alun. Baik upacara bendera maupun agenda formal dan informal dari organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Sementara itu, sentuhan rehabilitasi juga akan mengorbankan sarana olahraga di sisi barat kompleks alun-alun. Pasalnya, di area yang sejajar berada di depan Masjid Agung Al-Fattah ini bakal didirikan sebuah amphitheater.
Menurutnya, bangunan berupa gelanggang terbuka tersebut digunakan sebagai panggung pertunjukan hiburan dan pentas kesenian. ”Jadi amphitheater nanti di sebelah barat. Dan titik lokasinya yang kini ada sarana olahraga outdoor itu,” ulasnya.
Selain kedua pekerjaan fisik tersebut, proyek itu juga digunakan untuk pembuatan akses jalan dan pembangunan pagar. Erijanto menyebutkan, dengan sisa kurang di triwulan akhir 2020 ini, pihaknya optimistis dapat rampung sebelum pengujung tahun.
Sesuai kontrak, masa pekerjaan rehabilitasi alun-alun diberi jangka waktu hingga 60 hari kalender. Dengan demikian, batas akhir proyek harus tuntas sampai dengan 11 Desember mendatang. ”Insya Allah bisa selesai sesuai jadwal,” imbuhnya.
Dia menambahkan, perombakan alun-alun akan kembali dilanjutkan pada tahun anggaran 2021 mendatang. Rencananya, pekerjaan akan menyentuh tugu proklamasi yang sejauh ini menjadi ikon Kota Onde-Onde.
Editor : Imron Arlado