Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Guru yang Menjelma Jadi Pengusaha

Moch. Chariris • Senin, 31 Agustus 2020 | 05:19 WIB
guru-yang-menjelma-jadi-pengusaha
guru-yang-menjelma-jadi-pengusaha

Keluar dari zona nyaman harus dihitung dengan matang. Jika tidak, angan-angan memiliki kehidupan yang lebih baik, justru luput dari genggaman. Itulah yang dilakukan Indar Parikesit. Telah nyaman menjadi seorang guru, ia memutuskan berhenti dan beralih menjadi pengusaha.


PEREMPUAN itu bernama asli Indar Setiati. Ia seorang guru bahasa Inggris di salah satu SMP di Mojokerto. Namun, sejak tahun 2015 lalu, ia memutuskan berhenti. Keluar dari tempatnya mengajar dan menjadi seorang pengusaha.


Kini, ia telah sukses dan memiliki galeri batik yang diberi label Mydebz. Berlokasi di Dusun Teras, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Mydebz dikenal luas memiliki koleksi yang cukup beragam. Mulai batik, hingga berbagai produk aksesoris wanita dan anak-anak.


Namun, kegemarannya dalam memiliki usaha sendiri, bukan tanpa proses yang panjang. Ia melakukannya sesuai passion yang dimilikinya. ’’Saya suka dengan seni,’’ ungkapnya singkat. Perempuan berparas ayu ini menceritakan, sejak masih remaja, ia cukup serius mendalami bidang modeling. Ia selalu rutin mengikuti berbagai lomba fashion. Bahkan, menyabet sejumlah gelar juara. Dari modeling, ibu tiga anak ini mampu menghasilkan uang sendiri.


Selain itu, Indar muda juga dikenal sebagai remaja yang memiliki hobi merancang baju. Di kalangan teman sekolahnya, hobinya ini seringkali dikagumi. ’’Tapi, teman-teman sekolah menyayangkan saat saya harus melanjutkan kuliah di bidang pendidikan,’’ bebernya. Ia kuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya.


Selepas dari bangku kuliah, perempuan 38 tahun ini langsung terjun ke dunia pendidikan. Ia menjadi seorang guru bahasa Inggris. Selain mengajar, ia juga mendirikan usaha di bidang seni fashion. Awalnya, ia menjual baju-baju pabrikan. Kemudian, ia mengembangkannya dengan membuat aksesoris. Dari krafter inilah, ia mulai menunjukan passion-nya yang sempat terkikis. Karena berbagai jenis aksesoris buatannya laris manis di pasaran.


’’Setelah bisnis aksesoris berjalan dengan lancar dan membutuhkan konsentrasi lebih, saya memutuskan untuk berhenti mengajar agar bisa fokus pada usaha. Tentunya berkat dorongan suami,’’ terang istri Bambang Parikesit ini. Pasutri ini pun memanfaatkan ruang tamu rumahnya sebagai galeri.


Untuk menentukan nama galeri, juga bukan perkara mudah. Sempat, ia memilih sejumlah nama. Namun, sang suami mengingat nama kecil Indar Setiati. ’’Mydebz ini terinspirasi. Sehingga suami menjadikannya sebagai brand produk,’’ tutur Indar. Memutuskan terjun ke dunia batik dan aksesoris, Indar memulai memproduksi baju dengan desainnya sendiri. Berkat dorongan suami, akhirnya beliau tergerak untuk mulai memproduksi baju dengan hasil kreasi desainnya. Meski diakuinya ia kerap ragu dengan karyanya sendiri.


Namun, keraguan itu mulai pudar saat apresiasi terus mengalir ke produk-produk yang dihasilkannya. Bahkan, di tahun 2019 lalu, ia menggelar fashion show di salah satu mal dengan mengusung konsep batik untuk ibu-ibu milenial.

Editor : Moch. Chariris