Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Rapid Test Masal, 24 Guru SMA/SMK Terindikasi Reaktif

Moch. Chariris • Kamis, 27 Agustus 2020 | 17:30 WIB
rapid-test-masal-24-guru-smasmk-terindikasi-reaktif
rapid-test-masal-24-guru-smasmk-terindikasi-reaktif

KOTA-KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 24 guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMA/SMK di Kota dan Kabupaten Mojokerto harus menjalani isolasi mandiri selama dua pekan ke depan.


Pasalnya, mereka terindikasi reaktif dari hasil rapid test masal yang dilakukan serentak 24-25 Agustus lalu. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Wilayah Kabupten dan Kota Mojokerto Kresna Herlambang menyebutkan, dalam agenda rapid test masal yang dilakukan selama dua gelombang itu menyasar 1.968 orang.


Masing-masing terdiri dari GTK yang berstatus aparatur sipil negera serta guru tidak tetap-pegawai tidak tetap (GTT-PTT) di SMA, SMK, dan SLB.  ’’Hasilnya sebagian besar dalam kondisi baik. Namun, ada yang reaktif,’’ tandasnya Rabu (26/8).


Berdasarkan data yang diterima cabdindik, terdapat 24 orang reaktif. Herlambang tidak menyebutkan secara detail asal sekolah mereka. Namun, kasus reaktif terbanyak ditemukan dalam rapid test masal di SMAN 1 Mojosari. Dari total 660 peserta yang terdaftar dari berbagai sekolah dan instansi, 11 di antaranya reaktif.


Sedangkan 13 GTK yang reaktif lainnya ditemukan di dua lokasi rapid test lainnya. ’’Yaitu di tempat rapid test SMAN 1 Puri ada tujuh orang dan di SMKN 1 Dlanggu enam orang,’’ sebutnya.


Mantan Kepala Cabdindik Provinsi Wilayah Probolinggo ini menyatakan,  sebanyak 24 orang yang reaktif memang kondisi kesehatannya kurang fit. Di samping itu, mayoritas juga berusia di atas usia produktif.


Karena itu, guna memastikan GTK itu terpapar Covid-19 atau tidak, maka petugas dari Pemprov Jatim akan menindaklanjuti dengan melakukan uji swab. Di sisi lain, mereka juga diminta untuk tidak berdinas selama dua minggu ke depan.


’’Rata-rata yang dinyatakan reaktif usianya 40 tahun ke atas, mereka akan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,’’ paparnya. Herlambang menyebutkan, dengan temuan puluhan GTK yang dinyatakan reaktif rapid test tersebut tidak menghentikan tahapan uji coba tatap muka di jenjang SMA/SMK dan SLB.


Pasalnya, tes cepat hanya untuk melakukan skrining awal. Sehingga, pihaknya masih menunggu hasil uji swab dengan metode polimery chain reaction (PCR).


Terlebih, dibukanya kembali pembelajaran di dalam kelas hanya tersisa sampai akhir pekan ini. ’’Tidak akan menjadi kendala, karena guru yang reaktif menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Dan ada guru yang bisa menggantinya di sekolah,’’ urainya.



Sebagaimana diketahui, rapid test masal dilaksanakan pada 24-25 Agustus. Total sasarannya sebanyak 1.968 orang yang dileksanakan di tiga sekolah. Masing-masing di SMAN 1 Mojosari, SMAN 1 Puri, dan SMKN 1 Dlanggu.


Selain GTK, tes cepat tersebut juga dilakukan pada pengawas dan pegawai di bawah Cabdindik Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto. (abi)

Editor : Moch. Chariris