PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemandian Air Panas Padusan yang menjadi jujukan favorit wisatawan mulai ramai pengunjung. Kemarin, jumlah pengunjung objek wisata di lereng Gunung Welirang itu melampaui batas yang ditentukan selama masa percobaan ini. Beruntung tidak terjadi penumpukan di dalam area. Sehingga, tidak sampai ditutup untuk sementara waktu.
Dalam masa uji coba pembukaan wisata di Kabupaten Mojokerto, jumlah pengunjung Wanawisata Air Panas Padusan dibatasi 50 persen dari kapasitas wisata kondisi normal. Kapasitas wisata itu sebelum pademi mencapai 1.500 orang. Sehingga, dibatasi hanya 750 pengunjung. ’’Hari ini ada peningkatan pengunjung 100 orang dari minggu yang kemarin,’’ ungkap Koordinator Wanawisata Pemandian Air Panas, Suharto.
Menurutnya, di hari Minggu pekan lalu dalam sehari jumlah pengunjung mencapai 680 wisatawan. Sementara minggu kemarin sekitar 800 lebih. Artinya, pengunjung kemarin melebihi kapasitas wiasata di masa percobaan ini. Namun, pihaknya tetap membuka pintu lebar-lebar. Sebab, para pengunjung tidak berlama-lama menikmati segarnya air kolam. Sehingga, tidak samapai menumpuk. ’’Pengunjung cuman sebentar, terus keluar. Karena cuacanya panas. Sehingga tidak sampai menumpuk di kolam,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Mojokerto Amat Sosilo membenarkan kemarin wisata di wilayah selatan, Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas, mulai ramai pengunjung. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan di sejumlah sektor wisata. Baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. ’’Sabtu Minggu wisata ini mulai ramai. Banyak pengunjung dari luar kota,’’ katanya.
Disinggung terkait batas waktu percobaan ini, pihaknya bersama Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokero masih terus melakukan evaluasi dan pengawasan hingga sektor wisata maupun pengunjung sudah siap menjalani tatanan new normal. Yakni, sesuai dengan surat edaran Bupati Mojokerto. ’’Kalau untuk itu, mungkin kalau pengunjung dan wisata disiplin menerapkan protokol kesehatan,’’ tandas Amat. (hin)
Editor : Imron Arlado