Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Water Tubing Jabung Diserbu Pengunjung

Imron Arlado • Senin, 29 Juni 2020 | 17:30 WIB
water-tubing-jabung-diserbu-pengunjung
water-tubing-jabung-diserbu-pengunjung

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masih ditutupnya wisata milik Pemkab Mojokerto membuat masyarakat memanfaatkan wisata alam sebagai destinasi wisata alternatif. Seperti Water Tubing Selomalang di Dusun Jabung, Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo.


Terbukti, akhir-akhir ini wisata itu ramai dikunjungi wisatawan. Utamanya di akhir pekan, Sabtu dan minggu. Pengujungnya pun tak hanya dari Mojokerto. Namun, juga dari luar kota. Mereka datang jauh-jauh untuk menikmati keindahan panorama alamnya. ’’Sejak awal bulan Juni kemarin pengunjung sudah berdatangan. Dan, akhir-akhir ini ramai dengan pengunjung,’’ ungkap Humas Gabungan Komunitas Pencinta Alam (Gakopen) Untung Sitanggang.


Menurut  aktivis pencinta lingkungan ini, banyaknya pengunjung yang datang berwisata ke Sungai Boro itu tak lain lantaran masih ditutupnya wisata milik pemerintah. Sementara warga sudah merasa bosan terus berdiam diri di rumah saja. ’’Karena saking banyaknya pengunjung, di hari Minggu kemarin, pengunjung sampai ngantre untuk masuk. Sampai akses masuk sempat kami tutup sementara,’’ katanya.


Demikian itu tak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi juga di tempat wisata alam lain. Baik itu dikawasan Kecamatan Pacet hingga Kecamatan Trawas. Seperti di kawasan Sendi dan Kali Kromomg. Di sisi lain, masuk wisata alam tersebut tak ada penarikan tiket. Sehingga wisatawan lebih leluasa.


Di wisata Selomalang, meski tak bertiket, tetapi wisatawan diwajibkan menjaga lingkungan. Terutama tidak membuang sampai sembarangan. Imbauan tersebut disampaikan oleh sejumlah aktivis peduli lingkungan dan pemuda setempat saat wisatawan masuk ke area sungai. ’’Setelah main water tubing, pengunjung diajak untuk menanam pohon. Bibit tanaman sudah disediakan sama kawan-kawan Gakopen,’’ katanya. 


Namun, tak jarang wisatwan yang melanggar aturan. Dari membuang sampah sembarangan, memasukkan kendaraan ke dasar sungai, hingga aksi vandalisme di kawasan Sungai Boro. ’’Karena banyak yang buang samapah. Jadi mereka kami minta uang seikhlasnya. Maksimal Rp 2 ribu untuk pemeliharaan. Intinya edukasi alam lewat wisata water tubing.(hin)

Editor : Imron Arlado