SEIRING meningkatnya perkembangan penyebaran Covid-19, saat ini RSUD Prof dr Soekandar Mojosari lebih meningkatkan antisipasi dini. Para petugas medis diminta mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap dalam menangani semua pasien dengan penyakit apa pun.
Direktur RSUD Prof dr Soekandar, dr Djalu Naskutub, menjelaskan, langkah peningkatan kesiagaan itu tak lain untuk melindungi serta menjamin kesehatan tenaga medis. Khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien. ’’APD harus lebih diperkuat,’’ terangnya.
Dengan menggunakan APD, kata Djalu, maka dapat memperkecil peluang tenaga kesehatan terpapar penyakit menular. Termasuk Coronavirus Disease atau virus korona. Oleh karena itu, sejak awal penanganan, petugas IGD telah menggunakan APD sesuai standar.
Antisipasi tersebut berlaku bagi semua pasien dengan mengesampingkan keluhan maupun penyakit yang dialaminya. Sehingga, penanganan dilakukan layaknya pasien dengan Covid-19. ’’Soalnya kita tidak tahu pasien datang dengan sakit apa. Apalagi sekarang sudah banyak yang positif (Covid-19),’’ paparnya.
Tak hanya di IGD, pelayanan di poliklinik pun saat ini sudah diwajibkan untuk menggunakan APD. Meski tidak lengkap dengan memakai baju hazmat, tetapi petugas kesehatan minimal diwajibkan untuk memakai sarung tangan, masker, hingga face shield atau pelindung wajah. ’’Face shield sudah wajib, karena penularan kan bisa melalui percikan dahak,’’ urainya.
Penggunaan APD juga lebih diperketat ketika menerima rujukan pasien dalam pengawasan (PDP) maupu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Mengingat, rumah sakit pelat merah milik Pemkab Mojokerto itu juga telah ditunjuk sebagai salah satu RS rujukan pasien virus korona oleh Pemprov Jawa Timur. ’’Kalau sudah tahu rujukan PDP, maka petugas kami sudah siap memakai APD level 3 (tertinggi),’’ tandasnya.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan secara dini kepada tenaga medis. Terlebih, Kabupaten Mojokerto telah masuk sebagai zona merah Covid-19. ’’Jangan sampai kita kecolongan. Jadi prinssipnya memakai APD itu untuk perlindungan petugas kesehatan kami sendiri,’’ pungkasnya.
Setidaknya, hingga kemarin terdapat tiga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar. Selain itu, juga masih ada 12 pasien dalam pengawasan (PDP) yang juga menjalani rawat inap sambil menunggu hasil uji swab. Para tenaga medis yang bertugas di ruangan isolasi khusus Covid-19 itu juga diwajibkan untuk memakai APD lengkap.
Editor : Imron Arlado