Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Makam Covid Mojokerto Masih Disurvey

Imron Arlado • Selasa, 14 April 2020 | 14:30 WIB
makam-covid-mojokerto-masih-disurvey
makam-covid-mojokerto-masih-disurvey

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Camat Dawarblandong Norman Handito, akhirnya angkat bicara terkait penolakan rencana lahan makam korban korona yang dilakukan warga Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong. Terutama kaitannya dengan belum dilakukannya sosialiasai seputar rencana tersebut.


Menurutnya, sosialisasi akan dilakukan jika lokasi tersebut mendapat persetujuan dari Gubernur Jatim. Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, ia mengakui, sosialisasi tak dilakukan menyusul proses masih sangat panjang. ’’Sekarang, lokasinya masih dalam proses survei yang dilakukan BPBD Jatim,’’ bebernya.


Jika Gubernur sudah menyetujui, kata Norman, maka sosialisasi akan dilakukan secara menyeluruh. ’’Kalau sudah beres dan disetujui, tentu kami akan sosialiasasi secara komprehensif,’’ tambah dia.


Menyiapkan makam alternatif yang dilakukan pemerintah, tegas Norman, hanya sebagai langkah antisipasi terhadap rencana pemakaman jenazah korban Covid-19. ’’Ini hanya rencana Z. Karena, trennya, masyarakat Jatim sudah dewasa dan tidak ada penolakan,’’ ungkapnya.


Mantan Camat Pacet ini pun membantah jika nihilnya sosialisasi disebabkan disharmoni dengan Forkopinca, petinggi di tingkat kecamatan. ’’Kami baik-baik saja. Sama sekali tidak ada konflik,’’ beber dia.


Lokasi makam yang telah disiapkan pemda di area perhutani ini cukup jauh dari permukiman warga. Jaraknya sekitar 0,5 kilometer. Sementara, dari Jalan Raya Mojokerto-Dawarblandong sekitar 400 meter. Lokasinya tepat di petak 81D.


Persiapan lahan pemakaman korban Covid-19 seluas 100 meter persegi ini diperkirakan hanya bisa menampung sekitar 40 jenazah dengan estimasi jarak 2 meter setiap makam.


Perlu diketahui, Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah yang ditunjuk Gubernur Jatim untuk mempersiapkan makam alternatif korban Covid-19. Sebab, ada sembilan titik. Kesembilan lokasi ini merupakan area Perhutani.


Dalam perkembangannya di Kabupaten Mojokerto, penentuan lokasi ini mendapat perlawanan dari warga. Minggu (12/4), puluhan warga menggelar aksi penolakan. Mereka memasang spanduk di pinggir jalan atau arah masuk desanya. Tulisan yang terpampang di spanduk warna putih itu tak lain sebuah bentuk penolakan. Warga menolak keras pemakaman Covid-19 dan masih wong kene yo wedi matek.


Mereka khawatir, pemakaman itu justru akan memunculkan gejolak di warga dan membahayakan kelangsungan kehidupan mereka.


Di sisi lain, korban yang akan dimakamkan itu bukan warga setempat. Melainkan korban dari luar daearahnya. Sehingga, warga semakin ngotot menolak korban yang yang terinfeksi penyakit menular tersebut.


Selain karena bukan warga setempat, lahan milik Perhutani itu sangat berdekatan dengan lahan pertanian. Seperti petani cabai kecil maupun cabai besar hingga petani jagung.

Editor : Imron Arlado
#lahan makam covid 19