KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Proyek Graha Mojokerto Service City (GMSC) dipastikan akan rampung tahun ini. Pemkot mengucurkan anggaran sebesar Rp 7,2 miliar untuk tahap akhir pekerjaan fisik di mal pelayanan publik di Jalan Gajah Mada.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Mojokerto Mashudi, mengungkapkan, sentuhan akhir pengerjaan saat ini untuk melengkapi kekurangan pada perencanaan sebelumnya. Proyek tersebut berupa pekerjaan fisik dan juga pengadaan fasilitas yang belum terpasang. ’’Prinsipnya kita melanjutkan perencanaan yang sudah direncanakan dari awal. Hanya meneruskan karena belum tuntas saja,’’ ulasnya.
Terdapat dua paket pekerjaan yang saat ini sudah masuk dalam tahap pekerjaan. Yang cukup besar adalah pemasangan generator set (genset) dan air conditoner (AC) central. Untuk paket proyek tersebut menyerap APBD sebesar Rp 5,6 miliar.
Mashudi menyebutkan, sebagian AC sebenarnya sudah terpasang. Namun, tahun ini kapasitasnya bakal ditambah agar bisa menjangkau seluruh ruangan di dalam gedung tiga lantai itu. ’’Dulu AC hanya ada sebagian. Ini akan dilanjutkan sampai tuntas,’’ paparnya.
Pun demikian dengan perangkat genset. Mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini menyebutkan, jika pemasangan genset juga menjadi prioritas. Terlebih, gedung yang memanfaatkan lahan eks RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo itu sangat tergantung dengan listrik. Mengingat, di dalamnya dijadikan sebagai pusat pelayanan publik terpadu.
Mulai dari pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), pembuatan paspor di Unit Pelayanan Kantor Imigrasi Kelas I, Samsat Corner, serta pelayanan lainnya. ’’Jadi, kalau listrik padam belum ada cadangan. Makanya ini kita lengkapi dengan genset,’’ tandasnya.
Di samping pelayanan, kebutuhan listrik cadangan juga digunakan untuk mengoperasikan ekskalator dan elevator yang telah difungsikan di GMSC. Di samping itu, paket pekerjaan lainnya adalah tahap finishing berupa pembangunan fisik yang belum dikerjakan sebelumnya.
Mashudi menyebutkan, di antaranya adalah pembuatan drainase atau saluran air, pembenahan tempat parkir, pavingisasi, pembangunan pagar keliling, serta melengkapi kekurangan pembangunan sebelumnya. Seluruh paket tersebut dialokasikan sebesar Rp 1,6 miliar. ’’Jadi total untuk tahap akhir GMSC sekitar Rp 7,2 miliar. Dan tahun 2019 ini semua pekerjaan bisa tuntas,’’ paparnya.
Saat ini tahap pengerjaan telah digulirkan, ditargetkan seluruh pekerjaan aakan rampung akhir tahun mendatang. Mashudi mengaku jika proyek tersebut tidak sampai mengganggu sejumlah pelayanan yang sudah berjalan.
Menurutnya, pada tahap akhir ini sebagian besar pengerjaan dilakukan di luar gedung. Hanya saja, untuk pemasangan instalasi AC bakal dipastikan menyentuh ke ruangan-ruangan. ’’Pelayanan tetap diprioritaskan. Jadi, pekerjaan yang di dalam (GMSC) akan dikerjakan setelah jam pelayanan. Agar pelayanan tidak terganggu,’’ pungkasnya.
Editor : Imron Arlado