KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kalangan dewan meminta bekas galian jargas yang kini tengah dalam pengerjaan agar dirapikan. Lantaran, di antaranya dianggap dapat membahayakan pengguna jalan.
Hal itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Mojokerto Sonny Basuki. Ia mengatakan, di sejumlah ruas jalan kota, tengah dilakukan pengerjaan pemasangan pipa jargas oleh PGN. Pengerjaan itu rupanya menyisakan masalah. ’’Bekas galian itu dikeluhkan warga,’’ ujar dia.
Lebih lanjut, Sonny menyampaikan, ruas jalan yang pinggirnya digali rupanya di antaranya belum dikembalikan di posisi semula. Sehingga bekas galian itu dapat membahayakan pengguna jalan. ’’Ada yang masih berlubang. Ada yang sudah diuruk, tapi masih tersisa gundukan. Ini bahaya kalau terlintasi kendaraan,’’ lanjut politisi Golkar ini.
Rinci dia, pengerjaan galian jargas itu juga menyasar ke ruas jalan kampung. Maklum, karena pemasangan jargas hingga ke rumah-rumah penduduk di tengah permukiman. Untuk itu, galian juga masuk ke kampung. ’’Banyak yang terkesan dibiarkan. Oleh warga diuruk karena khawatir bisa mencelakai,’’ rinci dia.
Pihaknya berharap, instansi terkait seperti pelaksana proyek, PGN, maupun instansi lainnya turut memperhatikan kondisi itu. Paling tidak, apabila setelah menggali, gundukan diuruk dengan tanah sehingga seperti sediakala. ’’Kami khawatir seperti di Gedongan itu ada anak yang terperosok di situ. Jangan sampailah hal itu terjadi lagi,’’ harap dia.
Plt Kabag Perekonomian Setdakot Mojokerto, Any Wijaya mengatakan, baru mengetahui adanya keluhan tersebut. Pihaknya menyebutkan, pelaksana proyek maupun PGN terbilang responsif dan koordinatif terhadap keluhan masyarakat.
Hanya saja, pihaknya meminta masyarakat bersabar atas proses yang masih berjalan. ’’Menyikapi itu, besok Rabu (7/8) akan kami rapatkan kembali dengan OPD terkait bersama polresta juga,’’ ujar Any.
Editor : Moch. Chariris