MOJOKERTO – Mendekati Ramadan, pemkot bersama Forkopimda menyisir tempat hiburan malam. Bahkan, Wali Kota Ika Puspitasari terjun sendiri memeriksa keberadaan room-room yang ada.
Orang nomor satu di Pemkot Mojokerto itu juga mengajak komunikasi pengunjung serta pemandu lagu. Selain kaitannya menyambut Ramadan, juga sebagai upaya menciptakan situasi wilayah tetap kondusif pasca pemilu.
Selain wali kota, turut dalam penyisiran itu, Wawali Achmad Rizal Zakaria, Kapolresta AKBP Sigit Dany Setiyono, dan satpol PP. Kali pertama mereka menyisir tempat karaoke MK di Jalan Raya Majapahit, Kecamatan Kranggan.
Di tempat hiburan ini mereka imbauan terhadap pemiliknya. Tak lama berselang, rombongan bergerak ke X2 di Jalan Raya Pahlawan, berlanjut Graha Poppy Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.
Di sejumlah room, wali kota langsung melakukan komunikasi dengan pengunjung sekaligus pemandu lagu yang sedang asyik membawakan lagu. Petugas yang mendampingi melakukan pemeriksaan identitasnya.
Langkah tersebut untuk mengetahui usia mereka sudah dewasa atau masih di bawah umur. Tak berhenti di situ, penyisiran berlanjut ke WK dan De Resort Bypass. ’’Jelang Ramadan, kita ada perda yang harus ditegakkan. Jadi, memberikan instruksi tempat hiburan malam di Kota Mojokerto wajib tutup selama bulan Ramadan,’’ ungkap Wali Kota Ika Puspitasari.
Menurutnya, upaya datang langsung ke tempat hiburan ini sekaligus memastikan surat instruksi itu sudah tersampaikan atau belum. ’’Dan meminta komitmen pelaku usaha untuk nmenghormati umat muslim di bulan Ramadan,’’ tandasnya.
Jika instruksi itu dilanggar, Ning Ita, sapaan wali kota, memastikan akan melakukan sanksi tegas terhadap pelaku usaha. Sebagai komitmennya, menggandeng Polresta Mojokerto, satpol pp juga akan melakukan patroli rutin untuk melakukan pengawasann.
’’Termasuk untuk rumah makan, juga diimbau untuk memasang penutup sebagai penghormatan yang ibadah puasa,’’ jelasnya. Disinggung seputar pemutaran film di CGV, pihaknya hanya membatasi waktu saja. ’’Yang penting tidak sampai mengganggu saja tidak apa-apa,’’ pungkasnya.
Editor : Moch. Chariris