MOJOKERTO - Demi mematangkan persiapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk jenjang SMP/MTs, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto akan mengadakan simulasi sebanyak tiga kali.
”Untuk simulasi nantinya diadakan tiga kali di setiap sekolah. Namun, siswa diwajibkan satu kali saja mengikutinya,’’ kata Kabid Bagian Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik Kabupaten Mojokerto, Mujiati.
Simulasi bakal digelar dari tanggal 17-18 bulan Maret. Serta tanggal 19 Maret sebagai simulasi yang wajib diikuti. Mujiati menjelaskan, alasan diwajibkannya simulasi terakhir tersebut sekaligus untuk memastikan siswa telah benar-benar mengerti dan matang dalam mengoperasikan komputer.
”Yang penting anak-anak itu sudah matang, dan tahu bagaimana cara mengoperasikan komputer,’’ tambahnya. Pembagian simulasi mata pelajaran (mapel) PKN digelar tanggal 17, mapel bahasa Inggris (tanggal 18), dan Matematika (tanggal 19).
”Intinya, yang penting, data anak (siswa peserta) tersebut sudah ada. Bagaimana nanti cara membuka soalnya dalam komputer. Dan mereka akan dipandu operator,’’ jelas Mujiati.
Sementara itu, gelaran UNBK SMP/MTs negeri di Kabupaten Mojokerto akan menggunakan komputer. Namun, bagi lembaga swasta banyak yang menggunakan laptop atau komputer jinjing. ”Kami kira sama saja (laptop, Red) dengan komputer. Yang penting hasilnya memuaskan,’’ ujarnya.
Sekadar diketahui, tahun ini UNBK diikuti oleh 120 SMP negeri dan swasta. Sedangkan MTs negeri dan swasta sebanyak 78 lembaga. Sementara jumlah siswa SMP yang akan mengikuti mencapai 11.221 siswa.
Terbagi atas 5.763 siswa laki-laki dan 5.458 siswa perempuan. Untuk MTs mencapai 16.303 siswa. Meliputi 8.321 siswa laki-laki, dan 7.982 siswa perempuan. (ram)
Editor : Moch. Chariris