Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Watesnegoro, Simpan Objek Wisata Peninggalan Majapahit

Moch. Chariris • Kamis, 7 Maret 2019 | 22:30 WIB
watesnegoro-simpan-objek-wisata-peninggalan-majapahit
watesnegoro-simpan-objek-wisata-peninggalan-majapahit

Masih banyak destinasi wisata di Kabupaten Mojokerto yang tersembunyi. Salah satunya kolam ikan Sumber Gadung di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro. Selain menyimpan kekayaan sejarah Majapahit, air sumber itu juga diyakini menjadi obat.


SAAT Jawa Pos Radar Mojokerto ke lokaai, keceriaan pengunjung sangat nampak. Mereka sangat menikmati kolam ikan Sumber Gadung. Anak-anak, remaja, hingga dewasa tumplek-blek memenuhi sekitar destinasi wisata desa itu.


Tak sekadar menikmati lokasi yang masih alami dan asri. Mereka juga asyik memberi makan ikan yang hidup bebas di kolam. ’’Asyik banget. Ikannya banyak dan besar-besar,’’ cetus pengunjung.


Udara sejuk dibarengi semilirnya angin areal persawahan yang membentang membuat pengunjung semakin betah. Mereka menghabiskan waktu seharian. Ditambah lagi, panorama gunung yang menjulang tinggi dianggap mampu memanjakan mata telanjang untuk memandang.


Apalagi, di sekitar kolam ikan terdapat beberapa pepohonan rindang dan asri. ’’Kami juga bisa langsung memberi makan ratusan ikan di kolam. Pokoknya, cocok banget buat main sama keluarga. Termasuk anak-anak,’’ kata Nurul Khasanah, pengunjung lain.


Di lokasi, juga tersedia permaianan anak. Meski masih terbatas. ’’Artinya memang ini perlu sentuhan pemerintah agar lebih terawat. Dan jadi destinasi yang lebih bagus dan bersaing,’’ tambahnya. Destinasi wisata Sumber Gandung memang masih asing bagi masyarakat luas. Karena belum dikelola dengan baik atau dikomersialkan.


Namun, destinasi wisata desa yang terletak di Dusun Wates, yang merupakan tapal batas Kabupaten Mojokerto dan Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan ini, sebenarnya menyimpan cerita rakyat.


Hal itu lantaran kolam ikan Sumber Gadung diyakini warga setempat sebagai kolam peninggalan Kerajaan Majapahit. ’’Dari nenek moyang, sumber ini sudah ada. Dan sekarang diyakini menjadi salah satu peninggalan cagar budaya Kerajaan Majapahit,’’ kata PJ Kades Watesnegoro, Arief Kurniawan.


Sehingga, jika dikaitkan dengan Kerajaan Majapahit, dulunya sesuai dengan nama desa. Desa dengan enam dusun ini merupakan batas sebuah negara (Majapahit). Desa ini dulunya juga menjadi gerbang masuk.


Ya, itu dibuktikan dengan letak dusun yang berada berseberangan. Yakni, dua dusun berada di selatan dan empat dusun lainnya berada di utara. Dusun itu dipisahkan jalan Pasuruan-Mojokerto yang statusnya jalur provinsi.


Sehingga lanjut Arief, destinasi wisata Sumber Gadung ini perlu dilestarikan. Sangat potensial dikembangkan. Apalagi, di kolam ada dua sumber mata air yang tidak pernah habis. Meski musim kemarau tiba. Begitu juga dengan dua kolam, kolam ikan dan kolam yang biasa digunakan mandi serta mencuci warga sekitar.


Bahkan sumber yang mengalir air jernih ini, selain dimanfaatkan masyarakat dalam keseharian, juga dimanfaatkan mengairi lahan pertanian. ’’Uniknnya lagi, ikan yang berjumlah banyak itu tidak pernah berpindah tempat dari lokasi kolam. Padahal, tidak ada pembatas antara kedua kolam dengan irigasi sawah,’’ tuturnya.


’’Konon ikan yang ada di sumber ini juga tidak boleh dikonsumsi. Ya, percaya tidak percaya. Memang itu yang diyakini masyarakat sampai saat ini,’’ jelasnya.


Dengan kepercayaan itu, penduduk sekitar memilih mensakralkan lokasi tersebut. Pengunjung dan penduduk sekitar tak ada yang berani mengambil atau memancing ikan. Sehingga, ikan tetap terjaga dan terawat dengan baik.


Nah, karena potensinya cukup besar, pemerintah daerah melalui disparpora diharapkan bisa memanfaatkannya dengan baik. Melakukan sentuhan perbaikan dan mempercantik. Jangka panjang bisa jadi ajang promosi.


Jika ini mengandalkan ADD, tidak akan bisa maksimal. Harus ada campur tangan pemerintah daerah. Sebab, ADD sejauh ini sudah diplot dalam sejumlah pembangunan infrastruktur desa. Juga untuk Bumdes mendongkrak perekonomian di desa.


Jika itu dilakukan, bisa dipastikan pendapatan asli daerah (PAD) dan perekonomian masyarakat terangkat. ’’'Tiap hari selalu ada pengunjung yang datang,’’ tambah Sudarsono, juru kunci.


Tak hanya menjadi tempat berwisata keluarga, selama 15 tahun menjadi juru kunci di tempat itu, sumber air tersebut juga diyakini banyak orang sebagai obat segala penyakit. Tidak hanya warga Mojokerto, namun juga warga luar kota. Seperti Nganjuk, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Pasuruan.


’’Jadi, orang-orang yang datang dari berbagai daerah, banyak yang ambil air di sumber ini. Katanya buat obat. Percaya tidak percaya, katanya setelah minum air sunber gadung ini, jadi sehat,’’ pungkasnya. 

Editor : Moch. Chariris
#kecamatan trowulan