Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Kwatu, Getol Usung Konsep Telaga Sarangan

Moch. Chariris • Rabu, 6 Maret 2019 | 22:30 WIB
desa-kwatu-getol-usung-konsep-telaga-sarangan
desa-kwatu-getol-usung-konsep-telaga-sarangan

Megaproyek kerap menjadi pro dan kontra. Pun demikian pula di Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar. Proyek prestisius long storage yang melintas di desa ini sempat tersendat. Demo warga ikut mengiringi perjalanan megaproyek bernilai ratusan miliar rupiah ini.


NAMUN di balik pro dan kontra tersebut, perkampungan yang berimpitan dengan wilayah Sidoarjo ini menangkap adanya peluang bagi kemajuan desa. Yakni, menciptakan PAD dari sektor wisata. Karena, dari desain maket pembangunan long storage yang tengah dalam proses pengerjaan tersebut, memang berfungsi sebagai tempat wisata.


Tak butuh lama peluang ini segera menjadi wacana serius dan segera digodok pemerintah desa. Dari desain yang digagas, wisata tersebut bakal berupa sarana rekreasi keluarga dan olahraga.  ’’Desain wisata memang sudah kita bahas bersama BPD serta para tokoh masyarakat,’’ kata Mochamad Chosim, kepala Desa Kwatu. 


Dari gambaran desain yang digagas, area wisata ini bakal dilengkapi sarana parkir, toilet, tempat makan berupa pujasera dan tempat ibadah.  Dikatakan Chosim, setidaknya ada beberapa keuntungan yang mendukung wacana desa wisata di Kwatu. Di antaranya adalah lokasi waduk itu sendiri. ’’Sebagian sisi waduk ini masuk Desa Kwatu,” ujar Chosim.


Keuntungan lainnya adalah adanya tanah kas desa yang bisa dimanfaatkan untuk area wisata. TKD berukuran sekitar 6 hektare ini merupakan tanah ganjaran perangkat desa. Sebagai acuan desain wisatanya, Chosim melirik Telaga Sarangan sebagai gambarannya. Meski berbeda secara geografis, namun Chosim optimistis Kwatu bisa meniru pengelolaan wisata di Sarangan.


Apalagi, sebagai desa di aliran Sungai Porong, Kwatu diuntungkan dengan adanya habitat ikan wader pari. ’’Kuliner sambelan ikan wader pari pasti akan menambah daya tarik sendiri,” tegasnya. Pada sisi pembiayaan pembangunannya, tampaknya Desa Kwatu juga tak perlu kuatir. 


Setidaknya dari mediasi dengan pihak pelaksana long storage yang tengah berjalan, Chosim mendapat secercah gambaran tentang bakal anggaran pembiayaan proyek wisatanya. Pasalnya dari mediasi tersebut, Kwatu dimungkinkan bakal mendapatkan keuntungan berupa kompensasi dari penggalian pasir saat pengerjaan waduk.


Tak tanggung-tanggung, jumlah pasir yang didapatkan desa mencapai ratusan hingga ribuan meter kubik. Dengan kualitas seperti pasir brantas tersebut, nilainya pun ditaksir mencapai miliaran rupiah.


’’Tapi ini belum realisasi. Dan nanti pasti akan kita bahas lagi dengan BPD dan masyarakat,’’ tukasnya. Tapi, dari gambaran tersebut, ia optimistis, program desa wisatanya bakal bisa direalisasikan pada tahun 2020. (nto/ron)

Editor : Moch. Chariris