Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tampilan Menyusahkan, USBN Pakai Smartphone Lebih Ribet

Moch. Chariris • Rabu, 6 Maret 2019 | 15:30 WIB
tampilan-menyusahkan-usbn-pakai-smartphone-lebih-ribet
tampilan-menyusahkan-usbn-pakai-smartphone-lebih-ribet

MOJOKERTO  – Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tingkat SMA/SMK yang direncanakan akan menggunakan smartphone banyak yang tidak terealisasi.


Alasannya, selain terbilang rentan terkendala jaringan, untuk menentukan jawaban, tak jarang siswa harus nge-zoom tampilan aplikasi. Sehingga dinilai lebih ribet dan menyusahkan.


Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto, Mariyono, menyatakan, dari awal pihaknya tidak mewajibkan untuk memakai smartphone saat USBN.


Namun, karena sebagai bentuk uji coba dengan pertimbangan smartphone lebih ringan dan simpel, banyak sekolah disarankan menggunakan telepon pintar untuk USBN. Namun, faktanya banyak sekolah SMA/SMK di Mojokerto yang enggan untuk menggunakan smartphone.


Dengan alasan, lebih sulit dan ribet karena harus di zoom terlebih dahulu. Hal itu dibuktikan saat mereka tiga kali menggelar tryout sebelum USBN. ”Tidak semua sekolah. Ada sebagian sekolah yang tidak mau pakai smartphone karena agak ribet. Layarnya terlalu kecil,’’ jelasnya.


Dari sekolah yang enggan menggunakan smartphone tersebut, mereka lebih memilih tetap memakai PC (personal computer) dan laptop. Sementara itu, Kasek SMAN 1 Sooko Nur Hidayat mengaku pada saat tryout pihaknya memang sudah mencoba menggunakan smartphone.


Namun, dalam tryout terakhir, sebanyak 444 siswanya mengeluh ketika menggunakan smartphone. Dinilai erlalu ribet, dan siswa harus nge-zoom terlebih dahulu untuk memilih jawaban.


Dengan demikian, untuk saat ini, USBN yang dilaksanakan di sekolahdiputuskan untuk tidak menggunakan smartphone. Namun, tetap menggunakan komputer dan laptop. ”Layarnya smartphone itu kan kecil. Jadi, banyak siswa yang merasa sangat kesulitan, harus di-zoom dan itu dirasa ribet,’’ ujarnya.


Namun, lanjut mantan Kasek SMAN 1 Jombang ini, jika memakai komputer dan laptop siswa lebih merasa nyaman dan fokus dalam mengerjakan USBN. ”Ya mungkin layarnya (komputer, Red) lebih besar. Dan Alhamdulillah USBN di sekolah kami hingga hari kedua berjalan lancar,’’ tandasnya. (ras) 

Editor : Moch. Chariris
#sman 1 sooko