Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Wajah Gajah Mada Hasil Interpretasi M. Yamin Tahun 1945

Moch. Chariris • Senin, 11 Februari 2019 | 04:30 WIB
wajah-gajah-mada-hasil-interpretasi-m-yamin-tahun-1945
wajah-gajah-mada-hasil-interpretasi-m-yamin-tahun-1945

WAJAH persis sosok Mahapatih Gajah Mada sampai saat ini memang belum ada yang mengetahui. Belum pernah ditemui wajah otentik Gajah Mada asli.


Baik dalam bentuk relief maupun BCB (benda cagar budaya) peninggalan Kerajaan Majapahit lampau. Justru yang menarik, wajah Gajah Mada selama ini beredar dikabarkan ternyata hasil imajinasi Mohammad Yamin, mantan menteri penerangan era Presiden Soekarno tahun 1945.


Lewat bukunya berjudul Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara yang diterbitkan tahun 1945, sosok patih era raja Tribuwana Tungga Dewi dan Raja Hayam wuruk itu dikenal memiliki struktur wajah dengan sorot mata tajam, dagu dan tulang pipi menonjol, serta rambut panjang.


Pernyataan tersebut juga dibenarkan Pengkaji Cagar Budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, Wicaksono. ’’Saat itu, beliau mencari konsep kenegaraan Indonesia. Dia merujuk pada konsep nusantara yang diangkat Majapahit,’’ terangnya.


Dalam tujuan itu, Mohammad Yamin melakukan penelitian. Termasuk, menggalihkan di wilayah Trowulan. Di tengah penelitian, dia menemukan fragmen yang sudah pecah. Mirip dengan celengan kuno peninggalan Kerajaan Majapahit.


Dalam celengan itu, terukir sebuah wajah yang mirip dengan Gajah Mada. ’’Karena dia menginterpretasikan Wringin Lawang sebagai pintu gerbang Kerajaan Majapahit. Akhirnya, Profesor Yamin menginterpretasi itu sebagai sosok Patih Gajah Mada,’’ tuturnya.


Dan celengan yang asli saat ini telah menjadi koleksi Museum Majapahit Trowulan. Sehingga hingga detik ini sosok wajah pasti Gajah Mada masih simpang  siur. Sebab, diketahui zaman kerajaan yang berhak diarcakan adalah hanya seorang raja.


’’Sosok Gajah Mada yang tersebar di buku sejarah itu adalah persepsi pribadi dari M. Yamin,” tandasnya. Termasuk sejumlah patung yang hingga kini diketahui terdapat di sejumlah lokasi di Mojokerto.


”Tapi, tidak ada salahnya, sosok Gajah Mada seperti yang digambarkan M. Yamin itu dibangun di sejumlah lokasi. Hal itu sebagai bentuk upaya menumbuhkan patriotisme dan nasionalisme generasi penerus bangsa,” paparnya. 

Editor : Moch. Chariris