Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gajah Mada Tak Angker Lagi bagi Tamu

Moch. Chariris • Rabu, 30 Januari 2019 | 18:00 WIB
gajah-mada-tak-angker-lagi-bagi-tamu
gajah-mada-tak-angker-lagi-bagi-tamu

MOJOKERTO – Hasil realistis harus diterima dengan lapang dada oleh skuad PS Mojokerto Putra (PSMP) saat menjalani leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia Selasa (29/1).


Sesuai prediksi sebelum laga, The Lasmojo tak akan bisa berkutik saat meladeni permainan apik Borneo FC di Stadion Gajah Mada Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Skor 1-3 untuk kemenangan tim Pesut Etam, sebutan Borneo FC sekaligus menipiskan peluang Laskar Majapahit lolos ke babak 16 besar.


Di mana, leg kedua pada Rabu (6/2) pekan depan, giliran PSMP yang akan dijamu Borneo di Kandangnya, Stadion Segiri Samarinda. Sehingga di atas kertas, PSMP bakal sangat sulit menandingi permainan anak asuh Fabio Lopez itu, apalagi harus memenangi laga dengan margin lebih dari dua gol.


Kondisi tersebut diakui Jamal Yastro, pelatih PSMP saat menggelar konferensi pers sesuai pertandingan kemarin. Jamal mengaku ada sejumlah lubang kelemahan yang ditunjukkan anak asuhnya saat laga berjalan. Termasuk soal mental dan psikologis 19 pemain yang sudah goyah sejak awal pertandingan.


Kegamangan itu tak lepas dari status tim PSMP atas sanksi larangan bermain selama musim 2019 yang diberikan Komdis PSSI. Yang secara otomatis memengaruhi nasib dan karir pemain di tubuh tim merah-hitam ini ke depan.


’’Sedikit banyak, sanksi sangat memengaruhi. Karena kejelasannya belum ada, artinya PSMP ini bagaimana posisinya ke depannya. Anak-anak (pemain, Red) juga banyak yang bertanya,’’ tuturnya. Kemudian soal materi pemain yang menurun drastis jika dibandingkan ketika turun di Liga 2 musim 2018.


Bahkan, sejak awal, Jamal sudah menaruh target realistis atas hasil kurang memuaskan yang bakal digapai. Di mana, lima pemain utama memilih hengkang dari skuad. Masing-masing, Haris Tuharea, Finky Pasamba, Ricky Kambuaya, Andre Dio, dan Derry Rachman Noor yang telah merapat ke tim Liga 1.


Belum lagi masa persiapan yang sangat mepet. Praktis, Jamal hanya memiliki waktu kurang dari lima hari latihan jelang laga. Dua hal tersebut juga sangat memengaruhi stabilitas permainan tim selama 90 menit pertandingan berjalan.


’’Ya kombinasi dan komunikasi di lapangan kurang berjalan efektif. Terbukti, tiga gol lawan tadi akibat kurangnya koordinasi dan komunikasi di lini belakang. Lima pemain yang keluar otomatis juga memengaruhi. Karena kita juga harus menggantinya dengan pemain lapis kedua yang butuh waktu lagi untuk mengompakkan permainan,’’ imbuhnya.


Dalam laga kemarin, klub asal Samarinda tersebut mampu membuka keunggulan pertama pada menit 11 lewat gol yang dicetak bek kanannya, Diego Michiels. Akan tetapi, keunggulan Borneo FC hanya bertahan sebentar. Lima menit kemudian, PSMP mampu menyamakan kedudukan melalui sontekan Samsul Pelu.


Tak lama berselang atau tepatnya di menit 20, Laskar Pesut Etam kembali menjebol gawang MP yang dijaga Putut Wijiarto. Lerby Eliandry mengukir namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan matang Terens Puhiri.


Tertinggal satu gol, The Lasmojo menaikkan tempo serangannya. Sejumlah peluang sempat didapatkan, namun hingga paro pertama laga, skor masih tetap untuk keunggulan Borneo. Usai turun minum, Borneo FC masih memegang kendali permainan.


Anak asuhan Fabio Lopez tersebut terus menekan lini pertahanan Ade Christian dkk lewat berbagai arah.  Hingga akhirnya Dirga Lasut mampu memperlebar jarak keunggulan di menit 69.


Sampai peluit panjang ditiupkan wasit Adi Riyanto, skor 1-3 untuk kemenangan Borneo FC tak berubah. Hasil tersebut sekaligus menjadi beban berat The Lasmojo saat menjalani laga leg kedua di Stadion Segiri, Samarinda, pada 6 Februari nanti. 



 

Editor : Moch. Chariris