Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Riyanto sang Inspirator Pejuang Kerukunan Umat Beragama

Moch. Chariris • Senin, 31 Desember 2018 | 00:09 WIB
riyanto-sang-inspirator-pejuang-kerukunan-umat-beragama
riyanto-sang-inspirator-pejuang-kerukunan-umat-beragama

MOJOKERTO – Semangat tasamuh atau toleransi antarumat beragama dari sosok Riyanto kian terpatri dalam hati dan jiwa anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU).


Meski pemuda asal Lingkungan/Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto itu gugur akibat ledakan bom saat menjaga Malam Misa Natal di Gereja Eben Haezer Jalan Kartini Kota Mojokerto, 24 Desember 2000 silam, namun keteladanan dan jiwa patriotismenya seolah menjadi inspirator.


Khususnya di tengah kalangan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser NU di Indonesia. Setidaknya gelora dalam menjaga nasionalisme dan NKRI itu nampak saat peringatan Haul Riyanto yang digagas GP Ansor Kota Mojokerto bersama GP Ansor dan Sarkowil Banser Jatim, Minggu (30/12).


Selain doa bersama dan mengenang jasa Riyanto, ratusan anggota GP Ansor dan Banser dari beberapa daerah ini juga menggelar Kirab Panji Kehormatan. Dilanjutkan berziarah ke makam dan bersilaturahmi ke kediaman Riyanto di Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon.


”Atas jasa sahabat Banser Riyanto dalam menyelamatkan jamaah Gereja Eben Haezer pada 24 Desember 2000 silam, maka Gus Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum PP GP Ansor memberikan gelar pejuang kerukunan umat beragama," papar Junaedi Malik, mewakili keluarga besar GP Ansor dan Banser Kota Mojokerto.


Doa bersama dan start kirab dipusatkan di Kantor PC NU Kota Mojokerto. Nampak di antara yang hadir adalah pengurus PC NU, GP Ansor dan Banser dari Jombang, Gresik, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Mojokerto, serta Satkorwil Banser Jatim.


Rombongan Kirab Panji Kehormatan turut diikuti dari berbagai elemen masyarakat dan ormas. Meliputi Paskibraka, IPNU-IPPNU, tokoh agama, linatas agama, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), dinas perhubungan (Dishub), serta perwakilan TNI dan Polri.   


Selama perjalanan menuju makam Riyanto, rombongan khidmat mengibarkan bendera merah putih, NU, GP Ansor, Banser, dan membawa bingkai foto almarhum Riyanto di barisan depan oleh barisan Denwatser (detasemen wanita serbaguna).


”Semangat Riyanto harus dijadikan dasar membangun kebhinnekaan, kekompakan, persatuan dan kesatuan NKRI. NKRI harus dijaga hingga akhir zaman," tegas Kasatkorcab Banser Kota Mojokerto Syahrial ECB.


Dia menambahkan, sikap profesionalisme yang dicontohkan Riyanto setidaknya harus dijadikan sebagai teladan bagi masyarakat.  "Sebagaimana Riyanto, kalau sudah perintah dan amanat ya harus kita kerjakan, berat bukan berarti tidak bisa dikerjakan," pungkasnya.

Editor : Moch. Chariris