MOJOKERTO – Pasangan suami istri, Sunadji, 64, dan Sri Umami, 43, warga Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto beberapa hari ini mengalami kecemasan.
Menyusul, BF, 16, putri pertama mereka dari tiga bersaudara sudah satu minggu ini tidak pulang. Siswi kelas X SMK di salah satu Kecamatan Sooko itu diduga dibawa kabur sang pacar.
Diduga pelakunya adalah RF, 21, warga Perum Candi, Desa Ngapelsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Saat ini, kasusnya sudah dilaporkan ke Mapolres Mojokerto. ’’Sudah satu minggu ini anak saya tidak pulang,’’ ungkap Sunadji, ayah korban.
Dia menceritakan, peristiwa itu terjadi sejak Senin (3/12) lalu. Mulanya, sekitar pukul 01.30 dini hari, ibunya yang terbangun dibuat terkejut setelah melihat BF sudah tidak berada di rumah. Saat dilihat di kamar kondisinya juga kosong.
’’Setelah dicek, ternyata pintu samping rumah terbuka,’’ tuturnya. Sontak peristiwa itu membuat orang tua BF panik. Keduanya berusaha melakukan pencarian. Baik ke rumah teman-temannya atau saudara.
Namun, hal itu tak membuahkan hasil. Sehingga rasa cemas dan gelisah kian menguat. ’’Baru besoknya, Selasa sekitar 16.00 WIB kami mendapat telepon dari Ibu Susanti, ibu RF, jika anaknya berada di rumahnya,’’ terangnya.
Tanpa pikir panjang untuk memastikan kebenarannya, seketika itu keduanya mendatangi rumah terlapor di Perum Candi, Desa Ngapelsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Tujuannya sekaligus untuk menjemput BF agar kembali pulang.
Namun, fakta berkata lain. Setibanya di lokasi, BF malah tidak ada. ’’Saat itu, saya hanya ditemui orang tua RF. Saya juga minta, orang tua RF bisa membujuk untuk mengembalikan anak saya pulang,’’ ujarnya.
Dia juga memberi batas waktu. Hanya saja, karena tidak dihiraukan terlapor, keluarga BF terpaksa melaporkan RF ke polisi. Dengan dugaan membawa lari anak di bawah umur atau melanggar pasal 332 KUHP, ancaman hukumannya sekitar 7 tahun penjara.
’’Keduanya memang sudah saling kenal atau bahkan mempunyai kedekatan,’’ tuturnya. Kendati begitu, orang tua BF tak menampik, jika anaknya melarikan diri dengan pacarnya itu diduga karena sakit hati setelah sebelumnya dimarahi.
’’Saya marah karena mamang dia tidak mau membantu ibunya memasak di dapur. Alasannya, memang capek, karena pulang sekolah,’’ pungkasnya. Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Mojokerto AKP Zainal Abidin membenarkan adanya laporan tersebut.
Hingga kini, kasusnya sedang dalam penanganan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) satreskrim. ’’Sekarang dalam penyelidikan petugas,’’ jelasnya.
Editor : Moch. Chariris