MOJOKERTO - Kepala Puskesmas Gondang, Kabupaten Mojokerto, dr Nunun Agung dikenal sebagai sosok dokter yang nyentrik. Itu terlihat dari gaya penampilan maupun tingkah polahnya yang nyeleneh.
Baru-baru ini, potongan video yang diunggah di akun media sosial facebook miliknya menjadi buah bibir netizen. Dr Nunun terlihat menjadi pemain kesenian bantengan. Dengan diiring tabuhan alat musik tradisional, dia pun terlihat kesurupan dan mengampiri kepulan asap kemenyan.
Atraksinya tersebut disoraki oleh rekan yang juga petugas kesehatan Puskesmas Gondang lainnya. Dalam video berdurasi 40 detik itu terlihat seseorang yang menghampiri dan mencambuknya menggunakan sapu lidi.
Ternyata, penggalan gambar bergerak itu direkam di tengah produksi iklan layanan masyarakat (ILM). Yang mana pada kesempatan itu mengambil tema tentang penanganan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Oleh karena itu, bukannya memakai asesoris kesenian bantengan, dia justru menggunakan helm dan jas hujan. ”Kami sedang ada project untuk membuat iklan layanan masyarakat. kebetulan Puskesmas Gondang ada pelayanan khusus tentang penanganan gangguan jiwa,” terang Nunun Agung.
Dalam helm yang digunakan tertulis angka 87 yang diidentikkan dengan orang gila. Nomor itu sengaja diadopsinya sebagai program “kring 87”. Akronim dari sambungan telepon 082269111187. Masyarakat di sekitar Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto bisa menghubungi nomor tersebut jika menemui ada ODGJ.
Dokter yang juga menjadi tim medis PS Mojokerto Putra (PSMP) ini menjadi pemeran utama yang memerankan tokoh bernama Paijo. Dia sengaja membuat tayangan ILM dengan konsep kocak. Upaya tersebut tak lain agar pesan-pesan yang disampaikan bisa dengan mudah diterima masyarakat luas.
”Biasanya iklan layanan masyarakat kan kaku. Tapi kita buat kocak agar alur cerita dan pesannya tersampaikan,” pungkasnya. ILM ODGJ tersebut merupakan kali kedua yang dibuat Puskesmas Gondang.
Sebelumnya juga telah diproduksi ILM dengan tema Open Defecation Free (ODF). Dirinya juga menjadi aktor utama dan berperan dengan tokoh yang sama, sebagai Paijo.
Editor : Moch. Chariris