Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Terima Bantuan Hasil Donasi, Korban Gempa Menangis Cerita "Kiamat"

Moch. Chariris • Selasa, 16 Oktober 2018 | 05:16 WIB
terima-bantuan-hasil-donasi-korban-gempa-menangis-cerita-kiamat
terima-bantuan-hasil-donasi-korban-gempa-menangis-cerita-kiamat



MOJOKERTO – Duka mendalam masih sangat dirasakan Dian Permata Sari, 27, bersama suami, Nur Afif, 27, dan putranya, Rizky Wildan Maulana, 8.


Mereka adalah korban bencana gempa berkekuatan 7,7 skala richter (SR) di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat (28/9). Perempuan ini bahkan tak mampu membendung tangisnya saat komunitas Pelangi Indonesia bersilaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan sebesar Rp 5 juta, paket sembako dan pakaian.


”Sungguh, yang saya ingat waktu itu seperti kiamat,” ujar Dian ditemui di rumah orang tuanya di Dusun Sambisari, Desa/Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Senin (15/10) petang. Komunitas Pelangi Indonesia adalah gabungan dari beberapa komunitas dan relawan di Kabupaten dan Kota Mojokerto. Selama satu minggu lebih mereka menggelar penggalangan dana dan membuka posko peduli bencana Palu, Sigi dan Donggala.


”Alhamdulillah, sekarang anak saya sudah bisa sekolah di SDN Kutorejo. Cuma sampai sekarang suami saya belum mendapat pekerjaan. Sudah cari-cari sih, tapi belum dapat juga,” imbuh perempuan yang sebelumnya menetap di Kabupaten Patobo, Sulteng, selama 6 tahun ini.


Selain mengisahkan tragedi bencana alam kepada para relawan, dia bersama keluarga mengaku sudah memutuskan untuk tidak kembali lagi ke Palu. ”Kami sudah tidak punya rumah. Tidak punya apa pun di sana (Palu, Red). Insya Allah, kami akan menetap di sini (Kutorejo, Red) saja bersama orang tua,” tandas Dian dengan nada terisak-isak.


Imam Maliki, koordinator penggalangan dana menyampaikan, bantuan yang disalurkan tersebut adalah hasil penggalangan dana dari beberapa komunitas. Termasuk sebagian dari amanah warga Kabupaten dan Kota Mojokerto yang dititipkan untuk disalurkan kepada korban bencana.


Di antaranya, berupa uang tunai, paket sembako, mi instan dan pakain layak pakai. ”Ahamdulillah, total donasi yang terkumpul mencapai Rp 58,4 juta. Itu belum termasuk donasi yang hingga saat ini terus mengalir,” tandasnya. Koordinator Gusdurian Mojokerto ini menambahkan, mengingat masih banyak pihak yang berniat menyalurkan donasinya, posko bantuan dana yang dipusatkan di Kantor PC NU Kota Mojokerto tersebut diputuskan kembali diperpanjang hingga satu minggu ke depan.


”Kami juga berencana menggelar aksi kemanusiaan dalam bentuk pentas teatrikal, musik dan seni. Ini sekaligus sebagai penutup posko peduli bencana yang kita lakukan,” pungkasnya. 


 


 


 

Editor : Moch. Chariris