Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Terapkan Lima Hari Sekolah, Siswa Pulang Lebih Sore

Moch. Chariris • Kamis, 12 Juli 2018 | 06:56 WIB
terapkan-lima-hari-sekolah-siswa-pulang-lebih-sore
terapkan-lima-hari-sekolah-siswa-pulang-lebih-sore



MOJOKERTO – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto bakal menerapkan kebijakan lima hari sekolah. Rencananya, aturan itu akan mulai diberlakukan mulai jenjang SDN hingga SMPN di tahun ajaran baru 2018-2019 ini.



Kepala Dispendik Kota Mojokerto, Amin Wachid, menjelaskan, wacana penerapan lima hari sekolah tersebut telah disepakati oleh seluruh jenjang sekolah SD dan SMP.


”Tadi (kemarin, Red) seluruh pengawas dan kepala sekolah SD-SMP kita kumpulkan, hasilnya semua sepakat lima hari sekolah,” paparnya. Kebijakan itu merujuk pada program penguatan pendidikan karakter (PPK) yang digagas Kemendikbud.


Menurut Amin, dengan dipangkasnya satu hari efektif sekolah, maka sekolah harus melakukan penyesuaian jadwal. Khususnya mengatur mekanisme kegiatan belajar mengajar (KBM) serta tambahan jam istirahat.


Pasalnya, waktu pulang sekolah akan lebih sore dari biasanya. Amin menyebutkan, rata-rata penambahan jam untuk jenjang SD tak lebih dari 1 jam 45 menit. Kendati demikian, waktu pulang juga akan menyesuaikan sesuai tingkat kelas I-VI.


Dia mencotohkan, pada pelaksanaan enam hari sekolah untuk di kelas VI, siswa masuk sekolah pada pukul 06.45 hingga 12.30. ”Kalau lima hari sekolah nanti, siswa masuk pukul 06.45 dan pulangnya 14.15,” paparnya.



Begitu pula dengan jenjang SMP. Jam pulang akan lebih lama sekitar 75 menit dari sebelumnya. Pada enam hari sekolah, siswa harus masuk mulai pukul 06.45 dan pulang 14.00. Sedangkan saat dilaksanakan lima hari sekolah nanti, bel pulang baru berbunyi ketika jarum jam menunjukkan pukul 15.15.


Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini menegaskan, pihaknya telah menyampaikan sosialisasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) offline maupun online.


Namun, pihaknya akan kembali mengintensifkan sosialisasi saat masa orientasi siswa atau pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) (16/7) nanti. ”Insya Allah kita sudah siap, dan bisa langsung kita terapkan di tahun ajaran baru ini,” ujarnya.


Dengan demikian, proses KBM akan berlangsung lima hari dalam sepekan atau Senin-Jumat. Namun, kata dia, selama lima hari tersebut tidak sepenuhnya diisi pembelajaran umum. Melainkan ditambah dengan pendidikan untuk membentuk karakter siswa.


Seperti ekstrakurikuler, pengembangan kegiatan budaya sekolah, keagamaan, literasi, juga melibatkan peran serta masyarakat. ”Sedangkan hari Sabtu diharapkan anak didik bersama orang tua dan keluarga,” tandasnya.


Dengan begitu, Kota Mojokerto akan menjadi kota kedua yang akan menerapkan lima hari sekolah di seluruh jenjang SMPN setelah Kota Surabaya yang sudah berjalan tiga tahun terakhir.


Namun, untuk jenjang SDN, Kota Onde-Onde bakal menjadi yang pertama menerapkan lima hari sekolah. Sebelumnya, lima hari sekolah juga diterapkan oleh SMAN Kabupaten dan Kota Mojokerto. Untuk diketahui, kebijakan lima hari sekolah tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.


Namun, kebijakan yang ditanda tangani Mendikbud Muhadjir Effendy itu sempat menuai tentangan dari berbagai pihak. Hingga akhirnya aturan itu digantikan oleh Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter.



 



 



Editor : Moch. Chariris