Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Berjam-jam di Bandara, Bus Salawat Mandek di Puncak Haji

Moch. Chariris • Senin, 28 Agustus 2017 | 18:00 WIB
berjam-jam-di-bandara-bus-salawat-mandek-di-puncak-haji
berjam-jam-di-bandara-bus-salawat-mandek-di-puncak-haji



MOJOKERTO - Menjelang puncak haji 1438 H, Kota Makkah semakin padat. Terlebih setelah jamaah haji dari berbagai negara terus berdatangan. Termasuk seluruh jamaah dari Kabupaten dan Kota Mojokerto. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 79, 80, 81 dan 82 Embarkasi SUB (Surabaya).


Kepadatan ini berpengaruh pada proses pemeriksaan dokumen dan menunggu penempatan saat mereka tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAA), Jeddah. ”Kurang lebih 5 jam jamaah kloter 81 menunggu di bandara,”  ujar Sodik jamaah asal Kabupaten Mojokerto tergabung Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Asyarif.


Padatnya kedatangan juga dirasakan jamaah asal Kota Mojokerto di kloter 82 SUB. Mereka yang tiba satu jam di belakang kloter 81, bahkan berada di bandara lebih dari 10 jam. Selain menunggu proses pemeriksaan dokumen, kesabaran mereka ini juga untuk menunggu giliran bus pengantar dari Jeddah ke Makkah. Waktu perjalanan hampir kurang lebih satu jam.


Ketua Kloter 81SUB, Misbakhul Arifin mengungkapkan, setibanya di Makkah, para jamaah langsung menjalani ritual ibadah umrah wajib di Masjidilharam. ”Kondisi di Masjidilharam penuh sesak,” ujarnya. Lokasi hotel para jamaah ini rata-rata menempati wilayah Jarwal, Mahbas Jin dan Aziziyah. Jarak hotel dengan Masjidilharam antara 1,5 hingga 4 Km.


Dia menjelaskan, mendekati puncak haji, jamaah diimbau untuk menjaga kesehatan dan fisik. Tidak memforsir tenaga dengan menjalankan ibadah salat lima waktu atau ibadah sunnah lainnya di Masjidilharam. ”Apalagi, layanan bus salawat (bus gratis) akan dihentikan sementara,” tambahnya.  


Bus gratis disediakan pemerintah Indonesia melalui Arab Saudi ini berhenti beroperasi mulai Minggu (27/8) atau 5 Zulhijah pukul 12.00 WAS. ”Bus ini memang disediakan melayani transportasi jamaah selama 24 jam. Dari hotel ke Masjidilharam,” tandasnya.


Direncanakan, angkutan salawat beroperasi kembali pasca puncak haji. Mulai (5/9) atau 14 Zulhijjah 1438 H. Misbahul menjelaskan, penghentian sementara bus salawat ini memang selalu diterapkan setiap tahun, tepatnya jelang puncak haji di Armina (Arafah, Mina dan Muzdalifah).


”Sebab, seluruh bus ditarik oleh naqabah (organda Saudi) untuk persiapan angkutan Armina,” tegasnya. Selama tidak ada pelayaan bus salawat, jamaah diimbau melaksanakan salat lima waktu di masjid terdekat atau di dalam hotel. ”Baiknya, menjaga fisik dan kesehatan untuk persiapan puncak haji,” tandasnya.

Editor : Moch. Chariris