JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Mojokerto dikenal sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budaya, salah satunya adalah keberadaan Batu Dakon, sebuah peninggalan leluhur yang sarat makna mistis. Batu ini bukan sekadar benda kuno, melainkan simbol permainan tradisional yang diyakini memiliki nilai spiritual tinggi. Masyarakat setempat percaya bahwa Batu Dakon menyimpan kisah sakral yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Batu Dakon sendiri berbentuk batu besar dengan cekungan-cekungan menyerupai papan permainan tradisional dakon atau congklak. Namun, berbeda dengan permainan biasa, Batu Dakon dianggap memiliki fungsi ritual. Konon, para leluhur menggunakan batu ini sebagai media untuk berkomunikasi dengan alam gaib atau sebagai sarana doa memohon keberkahan.
Legenda yang berkembang menyebutkan bahwa Batu Dakon berasal dari masa kejayaan Majapahit. Para bangsawan dan tokoh spiritual kala itu diyakini menggunakan batu ini dalam upacara adat tertentu. Hal ini membuat Batu Dakon tidak hanya dipandang sebagai peninggalan budaya, tetapi juga sebagai saksi bisu perjalanan sejarah Mojokerto.
Mitos yang melekat pada Batu Dakon cukup beragam. Ada yang percaya bahwa siapa pun yang bermain dakon di batu tersebut pada malam hari akan mendapatkan wangsit atau petunjuk dari leluhur. Sebagian masyarakat juga meyakini bahwa Batu Dakon memiliki kekuatan magis yang bisa membawa keberuntungan bagi mereka yang menghormatinya.
Selain itu, Batu Dakon sering dikaitkan dengan cerita mistis tentang penjaga gaib. Warga sekitar percaya bahwa ada makhluk halus yang menjaga kesakralan batu tersebut. Oleh karena itu, tidak semua orang berani mendekat atau bermain di Batu Dakon sembarangan, terutama pada waktu-waktu tertentu yang dianggap angker.
Kearifan lokal masyarakat Mojokerto terlihat dari cara mereka merawat Batu Dakon. Batu ini tidak pernah dipindahkan atau dirusak, melainkan dijaga sebagai bagian dari warisan budaya. Bahkan, beberapa ritual adat masih dilakukan di sekitar Batu Dakon sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.
Dalam kehidupan sehari-hari, Batu Dakon juga menjadi simbol kebersamaan. Permainan dakon yang terinspirasi dari batu ini mengajarkan nilai kesabaran, strategi, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut dianggap sebagai bagian dari kearifan lokal yang masih relevan hingga kini.
Keberadaan Batu Dakon juga menarik perhatian wisatawan. Banyak pengunjung datang ke Mojokerto untuk melihat langsung batu sakral ini dan mendengar kisah-kisah mistis yang menyelimutinya. Hal ini menjadikan Batu Dakon bukan hanya warisan budaya, tetapi juga daya tarik wisata yang unik.
Meski sarat mitos dan legenda, Batu Dakon tetap dipandang sebagai aset sejarah. Para peneliti dan budayawan berusaha menggali lebih dalam makna simbolik dari batu ini, sekaligus melestarikan cerita-cerita yang berkembang di masyarakat. Dengan begitu, Batu Dakon tidak hanya menjadi cerita mistis, tetapi juga bagian dari kajian budaya yang berharga.
Baca Juga: Dewan Sesalkan Minimnya Sosialisasi Perwali Sebut Perencanaan Skema Penyaluran Bosda Tak Matang
Generasi muda Mojokerto kini mulai dikenalkan dengan kisah Batu Dakon melalui kegiatan budaya dan pendidikan lokal. Tujuannya agar mereka tidak melupakan warisan leluhur, sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan cara ini, mitos Batu Dakon tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Pada akhirnya, Batu Dakon bukan hanya sekadar batu dengan cekungan-cekungan unik. Ia adalah simbol perjalanan sejarah, legenda, dan kearifan lokal Mojokerto. Mitos yang menyelimutinya menjadikan Batu Dakon sebagai warisan budaya yang sakral, sekaligus pengingat bahwa tradisi leluhur masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat masa kini.
FERDI
Editor : Imron Arlado