JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Jembatan Cangar yang terletak di jalur penghubung Mojokerto–Batu kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah warga melaporkan pengalaman mistis saat melintas di kawasan tersebut.
Jembatan yang berada di tengah hutan lebat Taman Hutan Raya R. Soerjo ini dikenal dengan suasana angker, terutama ketika kabut tebal turun dan jarak pandang terbatas.
Sejumlah pengendara mengaku melihat sosok perempuan berambut panjang berdiri di tepian jembatan, sementara sebagian lain mendengar suara tangisan tanpa wujud.
Baca Juga: Ngopi, Baca Buku, dan Diskusi di Alam Terbuka? Cobain ke Literasi Space Trawas
Warga sekitar meyakini jembatan ini memiliki pantangan, salah satunya larangan melintas pada waktu magrib atau tengah malam karena diyakini rawan gangguan gaib.
Tradisi lokal bahkan menyarankan pengendara untuk mengucapkan permisi atau membunyikan klakson sebagai bentuk penghormatan terhadap penghuni tak kasat mata.
Selain kisah mistis, jembatan ini juga menyimpan catatan sejarah, dibangun sebagai jalur strategis penghubung wilayah Mojokerto dengan Batu dan Malang.
Aura mistis semakin kuat setelah beberapa insiden tragis terjadi di lokasi ini, termasuk kasus bunuh diri yang sempat viral di media sosial pada Maret 2026.
Baca Juga: Cegah Narkoba, Petugas Geledah Kamar Napi dan Tahanan Lapas Mojokerto
Warga setempat kerap meletakkan bunga, makanan, dan rokok di sudut jembatan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penolak bala.
Meski penuh cerita gaib, Jembatan Cangar tetap menjadi jalur vital bagi masyarakat dan wisatawan yang hendak menuju kawasan wisata pegunungan.
Hingga kini, mitos dan legenda Jembatan Cangar terus hidup di tengah masyarakat Mojokerto, menjadi bagian dari identitas budaya sekaligus daya tarik mistis yang tak lekang oleh waktu.
KALKY
Editor : Imron Arlado