Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jejak Pembunuhan Terapis Panti Pijat, Rintihan Tangis Wanita Menguar

Fendy Hermansyah • Sabtu, 12 November 2022 | 13:17 WIB
KOSONG: Bekas bangunan Panti Pijat Berkah di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/11). Banyak warga menemui penampakan di tempat pembunuhan terapis tersebut. (Yulianto Adi Nugroho/Jawa Pos Radar Mojokerto)
KOSONG: Bekas bangunan Panti Pijat Berkah di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/11). Banyak warga menemui penampakan di tempat pembunuhan terapis tersebut. (Yulianto Adi Nugroho/Jawa Pos Radar Mojokerto)
BEKAS Panti Pijat Berkah di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, menjelma jadi tempat angker. Arwah terapis yang tewas dibunuh pelanggannya tahun lalu, disebut-sebut kerap bergentayangan. Suara tangisan hingga penampakan sosok perempuan menganggu mereka yang mencoba menghuni bangunan tersebut.

Namanya Ambarwati alias Santi. Perempuan 41 tahun asal Loceret, Nganjuk, itu baru dua bulan bekerja sebagai terapis di Panti Pijat Berkah. Melayani setiap pelanggan yang datang sudah jadi tugasnya sehari-hari. Mulai dari memijat badan hingga berhubungan seksual menyesuaikan permintaan.

Yang tak disangka, pelanggan bernama Mohammad Irwanto yang datang pada Kamis siang itu adalah malaikat maut. Santi ditusuk dengan golok di bagian leher saat dirinya menungging di atas kasur. Santi pun tewas mengenaskan. Nyawa perempuan bertubuh tambun itu dihabisi usai melayani birahi si pelaku. Irwanto ditangkap polisi tepat dua minggu setelah kejadian. Pada 7 Juli 2021, pria 25 tahun asal Kesamben, Jombang, tersebut divonis 20 tahun penjara. Dia sempat menjalani hukuman di Lapas Kelas II-B Mojokerto sebelum akhirnya dipindah ke Lapas Madiun pada Mei 2022 lalu.

Aksi pembunuhan pada 4 Februari 2021 itu, menyisakan beragam cerita seram. Hampir dua tahun setelah insiden tragis itu, bekas Panti Pijat Berkah dibiarkan kosong. Bangunan di tepi Jalan Raya Desa Mlirip itu tampak kusam tak terawat. Bagian pintunya sedikit terbuka penuh debu yang menempel. ”Tidak ada yang berani menempati,” kata Sriami mengawali perbincangan, Kamis (10/11).

Pemilik warung pecel di sebelah panti pijat tersebut mengungkapkan, semenjak peristiwa pembunuhan, bangunan panti pijat berubah jadi angker. Tak sedikit warga yang mengaku menyaksikan penampakan Santi di bekas tempat kerjanya. ”Kakak saya melihat dia menangis tergeru-geru di dekat pos ronda (belakang panti pijat, Red),” tutur perempuan yang sudah membuka warung di lokasi sejak lima tahun terakhir ini.

Kesan seram di bangunan yang menjadi saksi bisu tewasnya Santi itu disebutnya sudah muncul sejak tujuh hari pascakejadian. Aroma wangi menguar dari dalam dan membuat mereka yang melintas selalu bergidik. Beberapa kejadian ganjil kelak mengiringi riwayat bangunan kosong yang berdiri di tanah PT KAI ini. ”Ada orang lewat katanya digandoli arwah Santi,” jelasnya.

Arwah gentayangan ini bahkan membuat mereka yang berusaha menempati bekas panti pijat tak kerasan. Warga Desa Mlirip ini menungkapkan, beberapa bulan lalu, bangunan tersebut disewa oleh penjual durian asal Pasuruan. Dia tidur membuka lapaknya di bangunan bekas tempat pembunuhan tersebut.

Namun, tak sampai hitungan pekan, si penjual sudah minggat. ”Hanya dua hari sudah tidak kerasan. Katanya kupingnya ada yang meniup. Dia juga sering dikageti dengan wajah korban yang muncul tepat di depan mata,” ungkapnya meyakinkan.

Sriami mengaku mengenal betul Santi semasa hidup. Menurut dia, korban adalah orang yang baik. Saat peristiwa pembunuhan terjadi, warung pecel miliknya yang berada tepat di sebelah panti pijat sudah tutup. Sriami menyebut, saat itu dirinya sengaja tutup awal karena sepi pelanggan. ”Padahal biasanya sampai sore, tapi seperti sudah terasa kalau ada peristiwa begitu. Mbak Santi juga bilang kalau hari itu sebelum dibunuh dia merasa takut,” tandasnya. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #candi #esek-esek #pembunuhan #mojokerto #trowulan #terapis pijat