Gang di samping Pos Polisi 901 Jalan Bypass, Kota Mojokerto itu seolah tak ada bedanya. Sebuah jalan kecil dengan gapura bertuliskan selamat datang di Lingkungan Gunung Gedangan yang bebas di akses warga umum. Memasukinya, kanan kiri jalan hanya terbentang persawahan sejauh satu kilometer. Yang membuatnya berbeda yakni keberadaan tempat pembuangan sampah yang diapit ladang padi.
Tempat pembuangan sementara (TPS) itu berada di sisi selatan jalan sebelum masuk ke area permukiman. Keberadaan TPS ini punya ikatan dengan nama Gang Sundel Bolong yang kenal dikenal identik dengan jalan tersebut. ”Dulu di sini katanya sering muncul perempuan rambut panjang terus punggungnya bolong,” ungkap Kasiah, warga di lokasi, kemarin (21/10).
Kasiah menceritakan, kisah penampakan sundel bolong di area TPS membuat jalan ini terkenal menjadi nama Gang Sundel Bolong. Pengalaman horor tentang penampakan makhluk halus begitu melegenda karena tak sedikit yang mengaku mengalaminya. ”Kalau tidak banyak, tidak mungkin sampai terkenal. Bukan hanya warga sini, tapi juga dari luar kampung,” imbuh perempuan 50 tahun tersebut.
Kasiah sudah tinggal di Lingkungan/Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari selama 30 tahun terakhir. Semenjak itu, nama Gang Sundel Bolong sudah melekat. Kendati tak pernah melihat penampakan sundel bolong yang melegenda dengan matanya sendiri, Kasiah mengaku takut keluar malam hari.
Meskipun terkenal seram, menurutnya, Gang Sundel Bolong tetap ramai dilewati warga. Tak cuma warga di permukimannya saja, jalan ini juga menjadi akses warga di beberapa lingkungan di Kelurahan Gunung Gedangan. ”Kalau malam memang sepi, karena jalannya juga di tengah sawah,” tuturnya.
Cerita tentang keangkeran Gang Sundel Bolong kelak membuat sebutan ini kian populer dan dikenal luas masyarakat umum. Tak hanya warga Mojokerto bahkan oleh mereka yang berasal dari luar daerah. Menurutnya, banyak sopir angkutan bus antarkota yang menjadikan Gang Sundel Bolong sebagai patokan untuk naik-turun penumpang. ”Kalau naik bus turunnya di Gang Sundel Bolong sudah hafal,” tandas dia. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah