Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jejak Laka Maut di Bypass KM 51 Mojokerto, Terdengar Rintih Tangis Perempuan

Fendy Hermansyah • Sabtu, 10 September 2022 | 14:38 WIB
SAKSI BISU: Kendaraan melintas di Jalan Bypass Mojokerto KM 51, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, kemarin (9/9). Sebelas tahun silam, kecelakaan maut terjadi di jalur menikung ini. (Yulianto Adinug/Jawa Pos Radar Mojokerto)
SAKSI BISU: Kendaraan melintas di Jalan Bypass Mojokerto KM 51, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, kemarin (9/9). Sebelas tahun silam, kecelakaan maut terjadi di jalur menikung ini. (Yulianto Adinug/Jawa Pos Radar Mojokerto)
SEBANYAK 21 orang tewas dalam kecelakaan maut melibatkan bus dan minibus di Jalan Bypass KM 51, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, pada 2011 silam. Peristiwa kelam yang kelak membuat PO Sumber Kencono berganti nama menjadi PO Sumber Selamat itu menyisakan beragam kisah mistis. Rintih tangis perempuan dan sekelebat pria berjenggot mengenakan jubah hitam kerap muncul saat malam.

Insiden di Jalan Bypass Mojokerto KM 51 sebelas tahun lalu tercatat sebagai salah satu kecelakaan paling tragis dalam sejarah. Kala itu, Sumber Kencono dari arah Surabaya adu moncong dengan minibus Elf dari arah berlawanan. Jalur menikung leter S tersebut menjadi saksi bisu saat mayat-mayat bergelimpangan dan terhimpit di kendaraan. Banyak tubuh korban ditemukan sudah dalam kondisi tubuh tidak utuh. Total, 21 orang dinyatakan tewas.

Bertahun-tahun berlalu, kejadian mengerikan tersebut tertanam di benak warga. Pada September 2011 itu, warung kopi milik orangtua Susianti, 52, sudah berdiri di tikungan jalan tersebut. Saat kejadian, warung di tepi selatan jalan memang sedang tutup. Baru pagi harinya, mereka mengetahui ada kecelakaan tragis di depan warungnya.

Tiga tahun kemudian, pada 2014, warung tersebut diteruskan oleh Susianti. Ibu tiga anak ini menceritakan betapa mistisnya KM 51 Jalan Bypass Mojokerto. ’’Di sini sering terjadi kecelakaan. Tidak terlalu menikung, tapi mungkin karena pengaruh tempatnya ya jadi angker,’’ ungkapnya, kemarin (9/9).

Kecelakaan maut antara bus dan minibus sebelas tahun silam, kata dia, meninggalkan beragam cerita ganjil. Semenjak kejadian tersebut sampai sekarang, sering terdengar suara seorang perempuan menangis. Rintihan tangis tersebut kerap terdekat saat petang ketika matahari mulai lingsir. ’’Pas dicari tidak ada orangnya. Hanya suara menangis saja,’’ imbuh warga Desa Kenanten, Kecamatan Puri ini.

Susianti pun merasakan, kawasan jalan sekitar warungnya memang memiliki aura yang berbeda. Dulu, ketika dia masih beroperasi 24 jam, hawa merinding sering terasa saat malam hari. Mayat-mayat korban kecelakaan dipercaya masih bergentayangan di lokasi. Suami Susianti, Kasiadi, 82, pernah didatangi para arwah setelah melakukan semacam ritual nyuguh atau membuat sesajen. ’’Kalau malam Jumat Legi kan nyuguh. Katanya datang semua arwahnya. Karena mungkin orang-orang yang meninggal di sini kan tidak terawat,’’ paparnya.

Kecelakaan tragis yang membuat korban tewas secara mengenaskan diyakini membuat arwahnya tak tenang. Beberapa kali, keluarga Susianti juga menyaksikan adanya penampakan pria yang menyeberang jalan. Sosok berjenggot berpakaian jubah warna hitam itu mondar-mandir di lokasi kecelakaan. ’’Anak saya yang sering melihat. Orangnya berjenggot pakai jubah hitam,’’ tandasnya. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kecelakaan mojokerto #angka kecelakaan mojokerto #kecelakaan bus sumberkencono #misteri mojokerto #kecelakaan 21 tewas