KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Mendapat bisikan dari roh halus, seorang warga di Dusun Tumpangsari, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, rela membuat bungker sedalam 15 meter. Bungker yang di atas permukaan tanahnya terdapat Musala Annur dan bangunan gubuk tersebut, memiliki kedalaman sekitar 15 meter, dengan luas antara 15 x 20-an meter.
Warga pembuat bungker itu adalah Mustain. Pria ini mulai menggali tanah kosong di sekitaran pekarangan bambu milik keluarga sejak tahun 2000 silam. Hanya dengan menggunakan peralatan seadanya, selama 22 tahun Mustain mampu membuat bungker unik dan menakutkan.
Di mana, selama proses penggalian, dia sekadar memanfaatkan pohon bambu, linggis, canggul, yang digunakan untuk menggali secara manual. ”Ini saya sendiri yang menggali dari tahun 2000 lalu,” ujar Mustain.
Pintu bungker ini persis di sisi belakang musala dan di bawah gubuk. Jawa Pos Radar Mojokerto dan Radar Mojokerto Televisi atau RMTV (platform Youtube) berkesempatan melakukan investigasi. Dengan menelusuri lebih jauh dengan masuk ke dalam bunker secara langsung.
Lubang pintu bungker hanya menggunakan tanah berundak dengan posisi menurun menyerupai anak tangga. Mulut pintu bungker tidak menggunakan penahan apa pun, seperti kayu atau besi. Lubang tersebut sekadar memanfaatkan tanah bercadas hingga memasuki lorong sepanjang 5 meteran.
Untuk melewati lorong bungker hanya bisa dilewati oleh satu orang secara bergantian. Sedangkan, di sestiap sisi bunker, semua hanya menggantungkan kekuatan tanah. Seperti atap, dinding, dan bahkan pilar yang dibuat Mustain untuk menahan bungker juga memanfaatkan tanah berunsur cadas.
’’Tidak menggunakan campuran bahan bangunan, seperti semen, besi atau penyangga. Semua asli memanfaatkan tanah murni,’’ imbuh Mustain.
Begitu melewati lorong, Jawa Pos Radar Mojokerto menemui ruang utama pertama. Dalam ruang ini terdapat sebuah bangunan makam. Berbeda dengan kontruksi bungker yang mengandalkan tanah bercadas.
Makam tersebut justru dibuat Mustain menggunakan bahan semen didesain menyerupai kijing makam. Bahkan, dia memasang nisan menggunakan batu dipasang di ujung utara dan selatan makam. ’’Makam ini saya buat setelah ada yang mengarahkan saya. Jadi memang tidak ada jasadnya,’’ terang dia. (bersambung) (ris/fen)
Editor : Fendy Hermansyah