Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Buaya Muara yang Diawetkan sebagai Jimat Penangkal Banjir

Fendy Hermansyah • Sabtu, 25 Juni 2022 | 18:01 WIB
AZIMAT: Seekor buaya muara yang diawetkan digunakan sebagai jimat penangkal banjir.
AZIMAT: Seekor buaya muara yang diawetkan digunakan sebagai jimat penangkal banjir.
SELAIN benda pusaka, di ruangan khusus peringgitan juga tersimpan sebuah buaya muara yang diawetkan. Buaya sepanjang sekitar dua meter itu dipercaya sebagai penjaga Kabupaten Mojokerto dari bencana banjir.

Buaya itu disebut sudah ada selama puluhan tahun. Buaya disimpan bersama benda-benda pusaka lainnya di ruangan sudut peringgitan. Buaya jenis muara itu konon berasal dari Sungai Brantas. ”Ini buaya asli. Sudah dikeringkan,” kata Nur Ali, warga yang ikut dalam kegiatan identifikasi pusaka.

Pria asal Desa Manting, Kecamatan Jatirejo ini menyebut, keberadaan buaya tersebut sudah ada sejak era Bupati Machmoed Zain sekitar 1990. Keberadaan buaya itu dimaksudkan sebagai pusaka untuk menangkal malapetaka. Menurut Ali, buaya menjadi pelindung Kabupaten Mojokerto supaya tidak diterjang bencana banjir. ”Buaya ini untuk melindungi supaya kabupaten tidak terkena banjir atau air,” jelas pria 50 tahun tersebut.

Kepercayaan itu seiring dengan keberadaan buaya yang identik dengan kehidupan di sungai. Ali menyebutkan, buaya yang diawetkan tinggal kulitnya ini dirawat sebagaimana benda pusaka lain di peringgitan. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#pusaka pemkab mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #Mojopahit #jimat buaya muara #buaya diawetkan #mojokerto