Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kamar Benda Antik Peringgitan, Bentuk Keris Menunjukkan Karakter Pemerintah

Fendy Hermansyah • Sabtu, 25 Juni 2022 | 17:36 WIB
KOLEKSI: Sejumlah benda antik yang tersimpan di ruangan khusus di peringgitan Pemkab Mojokerto.
KOLEKSI: Sejumlah benda antik yang tersimpan di ruangan khusus di peringgitan Pemkab Mojokerto.
Selama puluhan tahun, beragam benda pusaka tersimpan di sudut peringgitan Pemkab Mojokerto. Terdapat ratusan jenis keris dengan berbagai bentuk dan sejarahnya. Benda-benda itu dipilah untuk nantinya dilakukan penjamasan saat satu Suro.

KEGIATAN pemilihan dan pemilahan benda pusaka itu berlangsung, Kamis (24/6). Pemkab melibatkan kelompok yang bergelut di bidang pelestarian keris asal Kediri untuk mengidentifikasi jenis keris. ”Kami membawa teman-teman yang kompeten di bidang ini untuk bisa mengidentifikasi mana (keris) yang benar-benar punya nilai tinggi, itu nanti yang anak kami kumpulkan dan masukkan agenda untuk dijamas,” terang Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handhito di sela kegiatan identifikasi.

Norman mengatakan, ruangan di sudut barat peringgitan atau rumah dinas bupati itu memang dikhususkan untuk menyimpan pusaka. Yang paling banyak merupakan jenis keris. Jumlah senjata tradisional Jawa itu mencapai ratusan. Di antara keris memang sudah disimpan selama puluhan tahun, namun ada pula yang dibawa oleh tamu pemerintahan. Selain keris tersimpan pula tombak, payung, hingga benda-benda antik lainnya. ”Dari jumlah yang ada dan dari riwayat yang diceritakan pendahulu kita, pusaka-pusaka ini ada sejak zaman Belanda. Bahkan, di antaranya sudah tidak ada di sini,” ujarnya.

Menurut Norman, proses penjamasan benda pusaka dilakukan bertepatan dengan malam satu Suro mendatang. Nantinya, benda-benda yang memang dianggap bernilai tinggi dan terkategori pusakalah yang akan dijamas. ”Baru beberapa bilah yang kami kenali masuk kategori pusaka. Sementara lainnya ada beberapa yang hanya sebagai benda pusaka atau seni akan kita sendirikan,” ungkap Ki Suryo, tokoh yang memimpin identifikasi.

Disebutnya, tidak semua keris yang tersimpan di peringgitan bisa disebut pusaka. Di antaranya, merupakan sebatas benda karya seni. Klasifikasi itu diamati berdasarkan kualitas material utama keris hingga kesesuaian bentuk langgam.

Menurut Ki Suryo, setiap keris pusaka dibuat dengan fungsi tertentu. Bentuk pusaka dapat menunjukkan visi misi dari sebuah pemerintahan. Yang mana, pada era itu, keris dibuat oleh masa kerajaan.

Dia mencontohkan, karakter pemerintahan mengayomi rakyatnya bakal menggunakan pusaka keris dengan material bernuansa adem. ”Kalau kerajaan atau pemerintahan mengarah ke target politik ekspansi nuansanya punya power yang besar. Pusaka itu pasti punya maksud, ” jelasnya.

Dari pemilihan dan pemilahan yang dilakukan, banyak ditemukan keris berupa karya seni yang bertujuan untuk edukasi budaya. Khusus untuk jenis keris pusaka, lanjutnya, perlu diperlakukan dengan berbeda. Pusaka keris antara lain berkarakter Mataraman. Sebab, tidak dipungkiri, setiap pusaka memiliki khadam atau makhluk penjaga pusaka. ”Khadam itu tidak mungkin keluar dari konsep fisik. Kalau fisiknya keris dibuat dari material yang berkelas, maka khadamnya juga kelasnya itu,” katanya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#pusaka keris pemkab #kamar benda antik peringgitan #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #Mojopahit #peringgitan pemkab mojokerto #mojokerto #onde-onde