Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Baru Putus Langsung Jadian Lagi? Kenali Rebound Relationship dan Risikonya

Imron Arlado • Jumat, 25 Juli 2025 | 04:29 WIB
Baru Putus Langsung Jadian Lagi? Kenali Rebound Relationship dan Risikonya
Baru Putus Langsung Jadian Lagi? Kenali Rebound Relationship dan Risikonya

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dalam dunia percintaan modern, tidak jarang kita menemukan seseorang yang baru saja mengalami putus cinta lalu dengan cepat menjalin hubungan baru. Fenomena ini dikenal dengan nama rebound relationship atau hubungan pelampiasan.

Meskipun terlihat seperti langkah cepat untuk ''move on'', kenyataannya hubungan ini seringkali menjadi lebih rumit daripada kelihatannya.

Apa Itu Rebound Relationship?

Rebound relationship adalah hubungan romantis yang dimulai segera setelah seseorang mengakhiri hubungan sebelumnya.

Biasanya tujuan utama hubungan ini bukan karena adanya ketertarikan yang dalam terhadap pasangan baru, tetapi sebagai cara untuk mengalihkan rasa sakit, mengisi kekosongan emosional, atau bahkan untuk membuktikan sesuatu kepada mantan.

Namun, rebound relationship sendiri bukanlah strategi penyembuhan yang sehat. Hubungan ini adalah bentuk penyangkalan emosi yang justru bisa memperpanjang proses penyembuhan luka batin.

 

 

Banyak orang memilih untuk menjalani rebound relationship karena berbagai hal. Beberapa orang merasa takut kesepian atau merasa tak berharga setelah putus.

Ada juga yang ingin menunjukkan kepada pasangan sebelumnya bahwa mereka baik-baik saja tanpa sang mantan.

Sementara ada juga yang merasa hampa dan tidak tahu bagaimana menjalani hidup sendiri sehingga mereka terus mencari pasangan baru. Semua itu dilakukan untuk menghindari rasa sakit dengan mencari kebahagian instan yaitu bertemu orang baru.

Ciri-Ciri Rebound Relationship

Tidak semua hubungan baru setelah putus adalah hubungan pelampiasan. Ada ciri-ciri umum rebound relationship yang bisa kamu kenali.

  1. Hubungan terjadi sangat cepat setelah putus cinta. Biasanya hubungan terjadi beberapa hari atau minggu setelah putus.
  2. Masih sering membicarakan atau membandingkan dengan mantan baik itu secara eksplisit maupun dalam hati.
  3. Tujuan hubungan yang terasa tidak jelas. Orang hanya ingin merasa dicintai, bukan karena benar-benar suka.
  4. Hubungan terasa intens namun bukan dalam hal emosional. Tidak ada koneksi yang kuat diantara pasangan.
  5. Perasaan terlalu bergantung secara emosional. Pasangan baru dijadikan sebagai sumber utama validasi dan kenyamanan.

Risiko Rebound Relationship

Meskipun bisa jadi menyenangkan di awal, hubungan semacam ini rawan berakhir dengan kekecewaan. Bagi pelaku rebound, hubungan baru belum tentu dapat menyembuhkan luka lama.

Sedangkan bagi pasangan barunya, mereka bisa merasa tidak dihargai sepenuhnya. Risiko utamanya meliputi:

  1. Tidak adanya fondasi emosional yang kuat.
  2. Potensi trauma atau luka baru karena harapan yang diinginkan tidak realistis.
  3. Menyakiti orang lain yang benar-benar menginginkan hubungan yang serius.
  4. Menunda proses penyembuhan luka batin yang seharusnya terjadi.

 

 

Jika baru saja putus cinta, berikan waktu bagi diri sendiri untuk menyembuhkan luka. Proses ini tidak bisa terjadi secara instan. Tanyakan pada diri sendiri apakah kita siap untuk menjalin hubungan baru lagi atau hanya ingin merasa tidak sendiri.

Fokus pada diri sendiri dengan membangun rutinitas yang sehat, hubungan dengan teman dan keluarga, serta menjalankan hobi yang disukai.

Penting bagi diri sendiri untuk mengenali keinginan membangun hubungan pasca putus. Jangan sampai kita terjebak dalam keinginan untuk cepat ''move on'' namun justru terbawa dalam hubungan yang lebih menyakitkan. FADYA.

Editor : Imron Arlado
#risiko #move on #Kekosongan emosional #ciri-ciri #Pelampiasan #rebound relationship