DEKORASI pernikahan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya dan tradisi lokal. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam hal penggunaan material, desain, hingga makna simbolis yang terkandung di dalamnya, mencerminkan kepercayaan, keinginan, serta harapan pasangan pengantin.
Sebagai contoh, bunga melati kerap dipakai karena melambangkan kesucian, sementara janur kuning menjadi simbol harapan akan kehidupan rumah tangga yang bahagia. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan material seperti bunga segar makin jarang ditemui, padahal keindahan dan pesona alami bunga asli memiliki daya tarik tersendiri.
’’Sekarang trennya sudah beda. Saat ini penggunaan bunga artificial justru makin dominan,’’ ujar Founder Yogo Decoration, Yogi Ardhi Cahyadi.
Ia menjelaskan, pilihan material dekorasi pada akhirnya kembali kepada preferensi masing-masing calon pengantin. Sebagian pasangan masih memilih bunga segar karena menyukai keharuman alami serta kesan emosional yang dihadirkan.
Di sisi lain, tak sedikit pula yang lebih menyukai bunga artificial karena pertimbangan ketahanan dan kemudahan penanganan tanpa memerlukan perawatan yang rumit. ’’Bunga artificial memang sangat cocok digunakan untuk kebutuhan dekorasi jangka panjang,’’ pungkasnya. (dik/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto