Tren Dekorasi Pernikahan, Gebyok Jawa dan Modern Drappery Jadi Favorit

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 07:58 WIB

 

Teknik dekorasi drappery dengan penggunaan kain sebagai unsur dominan dalam dekorasi pernikahan.
Teknik dekorasi drappery dengan penggunaan kain sebagai unsur dominan dalam dekorasi pernikahan.

Pada masa lampau, pernikahan di Indonesia bukan sekadar urusan dua orang yang saling mencintai. Lebih dari itu, pernikahan merupakan peristiwa sosial dan keluarga yang melibatkan banyak pihak, bahkan menjadi sarana mempererat hubungan antarkampung maupun antarsuku.

TRADISI pernikahan terus berkembang seiring perubahan zaman. Melihat tren yang ada, perpaduan antara adat dan inovasi kini makin diminati. Pergeseran memang tak terhindarkan, namun tetap perlu diimbangi dengan edukasi. Modernisasi dan teknologi hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai pernikahan, bukan malah mengikisnya.

Di samping alunan musik dan anggunnya busana kebaya, penataan dekorasi serta megahnya panggung juga memegang peranan penting dalam menciptakan suasana momen bahagia tersebut.

Perjalanan tren dekorasi pernikahan memang selalu dinamis dari tahun ke tahun. Perkembangannya bergerak mulai dari gaya tradisional Gebyok Jawa, nuansa rustic dengan elemen kayu dan daun palem, dekorasi minimalis, tren Thailand look, hingga gaya Jawa Modern yang memadukan keindahan ukiran Jawa dengan sentuhan minimalis.

Dekorasi ala Gebyog Jawa.
Dekorasi ala Gebyog Jawa.

’’Saat ini dekor ala Gebyok Jawa kembali dilirik karena sifatnya yang timeless, begitu pula dengan dekor modern drappery,’’ ungkap Founder Yogo Decoration, Yogi Ardhi Cahyadi.

Ia menjelaskan, dekorasi drappery merupakan teknik dekorasi yang mengandalkan estetika kain yang dibentangkan serta dibentuk bertumpuk atau berlapis (sailing effect). ’’Memang, pengerjaan teknik ini membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan bangunan dekor lainnya, karena menuntut ketelitian serta keuletan tinggi dalam membentuk dan mempercantik setiap layarnya,’’ tegasnya.

Pria yang akrab disapa Yogi ini menambahkan, preferensi calon pengantin dalam memilih dekorasi sangatlah relatif. Oleh karena itu, penyedia jasa dekorasi dituntut untuk selalu jeli membaca tren dan keinginan pasar.

’’Tantangannya adalah bagaimana menyikapi bermunculannya bermacam model dekorasi terbaru. Karena itu, kami harus terus belajar agar tetap memiliki karakter yang kuat dan konsisten menjaga kualitas,’’ pungkasnya. (dik/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
tren dekorasi pernikahan dekorasi manten jawa gebyog modern drappery