OLAHRAGA padel menjadi ajang sosialisasi dan membangun jaringan. Orang yang awalnya tidak saling kenal bisa bermain bersama sehingga terbangun hubungan pertemanan anyar.
Bagi Norman Handhito, padel lebih dari sekadar olahraga yang sedang naik daun. Pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto itu mengungkapkan, dalam komunitas padel, terdapat semacam koordinator yang mengatur jadwal permainan. ’’Pada jam tertentu kita bisa saja bermain dengan orang-orang yang tidak kita kenal, dari situ ada sebuah hubungan sosial baru, teman-teman baru, itu yang seperti menjadi salah satu rohnya olahraga ini,’’ tutur pria 45 tahun itu.
Menurutnya, bertanding dengan orang yang tidak dikenal itu bisa membentuk interaksi baru. Dari sana, terbangunlah jaringan dan koneksi dengan orang-orang yang sebelumnya tidak dikenal. ’’Jadi membentuk jaringan baru, mempertemukan orang-orang yang tidak saling mengenal menjadi saling mengenal,’’ imbuhnya.
Norman mengatakan, kemungkinan bertemu dengan orang baru ini sangat terbuka. Sebab, dalam grup padel, setiap pemain bisa mengundang pemain lainnya untuk bermain pada waktu yang telah di-booking. ’’Jadi bisa main kapan pun selama ada slot lapangan yang kosong,’’ imbuh Norman yang bermain padel setiap Kamis di Ardor Padel.
Selama dua jam dari pukul 18.00-20.00 WIB, Norman seminggu sekali beradu raket padel dengan orang-orang komunitasnya di lapangan yang berada di Pasar Semeru, Kota Mojokerto, itu. Jadwal tersebut di luar ketika ada undangan atau pertandingan dadakan.
Norman menyebut, hype padel di Mojokerto saat ini menunjukkan grafik meningkat. Ia memperkirakan, minat terhadap olahraga ini masih akan terus naik. ’’Untuk lima tahun ke depan trennya saya kira masih bagus, tetapi nanti waktu yang menjawab,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto