Tren Padel di Bumi Majapahit, Olahraga Fleksibel dan Hemat Tenaga

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 08:33 WIB
Seorang pemain padel menjajal area padel di kawasan Pasar Semeru Kota Mojokerto, beberapa waktu lalu. (Sofan/JPRM)
Seorang pemain padel menjajal area padel di kawasan Pasar Semeru Kota Mojokerto, beberapa waktu lalu. (Sofan/JPRM)

Demam padel akhirnya sampai juga ke Mojokerto. Seiring makin banyaknya fasilitas lapangan baru, peminat olahraga yang menggabungkan unsur tenis dan skuas itu terus bermunculan. Lebih dari sekadar tren gaya hidup, padel kini telah menjadi salah satu pilihan olahraga ringan yang inklusif dan kompromis bagi semua kalangan.

SUDAH setahun terakhir Norman Handhito bermain padel. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto itu menilai padel sebagai olahraga yang menyenangkan dan tidak terlalu menguras tenaga. ’’Aturannya juga mudah dipahami, mirip-mirip lah ya dengan jenis olahraga yang sudah lebih dahulu ada,’’ tuturnya, kemarin (19/9).

Bagi Norman, padel termasuk olahraga yang murah. Meski harga raketnya cukup mahal, namun sewa tempat dan kebutuhan lainnya tidak terlalu membebani secara ekonomi. Lagi pula, di Kota dan Kabupaten Mojokerto saat ini sudah banyak bermunculan fasilitas padel seperti, Ardor Padel di kompleks Pasar Semeru, Kota Mojokerto, dan Asri Sport Center di Ngoro. Selain menyediakan lapangan, mereka juga melayani persewaan peralatan.

Norman Handhito bermain padel bersama rekan sejawat. (dok pribadi)
Norman Handhito bermain padel bersama rekan sejawat. (dok pribadi)

Norman berpendapat, fenomena melonjaknya popularitas padel sejak beberapa tahun terakhir tak lepas dari kebutuhan masyarakat mencari alternatif olahraga yang fleksibel, baik secara waktu, tempat, dan jumlah orang. ’’Kalau padel, cukup berempat sudah bisa bermain. Kalau misal olahraga lain yang beregu, berkelompok itu agak lebih berat untuk mengumpulkan orang-orangnya,’’ jelasnya.

Yang lebih penting dari itu, lanjut Norman, padel menjadi semacam olahraga kompromis bagi orang-orang yang memiliki kekuatan fisik terbatas. Bagi mereka yang tidak bisa berolahraga terlalu berat, padel menjadi pilihannya.

’’Karena kita banyak teman, kemudian teman kita itu ada yang olahraganya tidak boleh terlalu berat, sehingga kita ikut untuk menjalin silaturahmi dengan teman-teman lewat olahraga ini. Padel itu olahraga yang kompromis lah ya, secara fisik terjangkau oleh mereka karena tidak terlalu melelahkan, harus bertim, dan penghitungan angkanya tidak terlalu panjang,’’ terang pria yang memiliki latar belakang olahraga sepak bola dan futsal itu. (adi/fen) 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
tren padel padel mojokerto olahraga fleksibel