Tren Perhiasan Emas, Generasi Muda Pilih Model Tipis dan Ringan

Sofan Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 09:33 WIB
PRODUK EMAS: Penjaga konter Wahyu Redjo menunjukkan cincin yang digemari pengunjung. (Sofan Kurniawan/JPRM)
PRODUK EMAS: Penjaga konter Wahyu Redjo menunjukkan cincin yang digemari pengunjung. (Sofan Kurniawan/JPRM)

PERHIASAN emas kini tak lagi identik dengan model besar dan penuh ornamen. Di kalangan generasi muda, desain yang simpel, tipis, dan ringan justru semakin diminati. Model tersebut dinilai lebih nyaman digunakan sehari-hari sekaligus mudah dipadukan dengan berbagai gaya busana.

Tren itu terlihat dalam pameran perhiasan emas Wahyu Redjo di Sunrise Mall, Kota Mojokerto, Minggu (16/8). Sejumlah konsumen tampak mempertimbangkan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga praktis untuk menunjang penampilan sehari-hari.

Direktur Operasional Wahyu Redjo Group, Diana Kusuma Atmaja, 36, mengatakan selera konsumen perhiasan cukup beragam berdasarkan kelompok usia. Generasi muda, menurut dia, cenderung menggemari model yang lebih sederhana dan minimalis. ’’Kalau generasi muda sekarang arahnya lebih ke desain yang simpel, minimalis, tipis-tipis. Berbeda dengan ibu-ibu yang biasanya lebih suka model besar dengan berbagai ornamen,’’ ujar Diana di sela pameran perhiasan di Sunrise Mall, Kota Mojokerto, Minggu (16/8).

Desain yang tipis dan ringan membuat perhiasan lebih mudah dikenakan dalam berbagai aktivitas. Tidak hanya untuk menghadiri acara tertentu, tetapi juga sebagai bagian dari penampilan sehari-hari.

Pilihan model tersebut sekaligus menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang perhiasan emas. Aksesori tidak harus tampil mencolok untuk memberikan sentuhan pada penampilan. Model sederhana justru memberi ruang bagi pemakainya untuk menyesuaikan perhiasan dengan gaya busana dan aktivitas.

Salah satu desain yang menarik perhatian konsumen dalam pameran tersebut adalah gelang sisik naga dengan bobot 7,5 gram dan kadar 16 karat. Model itu menjadi salah satu contoh perhiasan yang memadukan unsur desain dengan pertimbangan kenyamanan saat dikenakan.

Menurut Diana, tren perhiasan juga bergerak ke model minimalis tanpa banyak mata atau ornamen. Selain memberikan kesan simpel dan modern, desain semacam itu dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen yang menginginkan perhiasan untuk penggunaan lebih fleksibel.

Perubahan selera tersebut membuat perhiasan emas semakin dekat dengan konsep everyday fashion. Emas tidak hanya dipakai ketika menghadiri pesta atau acara khusus, tetapi dapat menjadi bagian dari gaya berpakaian sehari-hari.

Di tengah tren fesyen yang semakin mengedepankan kesederhanaan dan fleksibilitas, perhiasan emas pun ikut beradaptasi. Bukan lagi soal seberapa besar dan mencolok perhiasan yang dikenakan, melainkan bagaimana aksesori tersebut dapat menyatu dengan gaya personal pemakainya.

Bagi generasi muda, perhiasan emas akhirnya bukan sekadar simbol kemewahan. Desain yang tipis, ringan, dan minimalis menjadikannya aksesori yang lebih praktis untuk menemani berbagai aktivitas tanpa kehilangan kesan elegan. (fan/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
perhiasan emas Lifestyle gaya hidup generasi emas