Tren Perhiasan Emas, Aset yang Bisa Dipakai Sehari-hari

Sofan Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 08:24 WIB
INVESTASI: Pajangan koleksi perhiasan emas yang dimiliki konter Wahyu Redjo Sunrise Mall Mojokerto. (Sofan Kurniawan/JPRM)
INVESTASI: Pajangan koleksi perhiasan emas yang dimiliki konter Wahyu Redjo Sunrise Mall Mojokerto. (Sofan Kurniawan/JPRM)

Perhiasan emas tak lagi sekadar aksesori untuk menunjang penampilan. Di tengah perubahan perilaku konsumen, perhiasan mulai dilirik sebagai salah satu cara menyimpan nilai yang tetap bisa digunakan dalam keseharian.

DIREKTUR Operasional Wahyu Redjo Group, Diana Kusuma Atmaja, 36, mengatakan masyarakat kini memiliki lebih banyak pertimbangan ketika memilih perhiasan emas. Selain desain, nilai ekonomis dari emas menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan.

Menurut Diana, perhiasan memiliki keunggulan karena bisa digunakan sekaligus disimpan. Berbeda dengan emas batangan yang umumnya disimpan, perhiasan dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan. ’’Perhiasan itu bisa dipakai, bisa dipamerkan, dan bisa dibawa ke berbagai acara. Kalau logam mulia biasanya disimpan,’’ jelas Diana saat ditemui di sela pameran perhiasan Wahyu Redjo di Sunrise Mall, Kota Mojokerto, Minggu (16/8).

Perubahan tersebut membuat perhiasan emas mulai dipandang sebagai aset yang memiliki fungsi ganda. Konsumen tidak hanya membeli bentuk dan desainnya, tetapi juga mempertimbangkan berat, kadar, serta perkembangan harga emas.

Diana menyebut, tren investasi emas juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya masyarakat lebih identik menyimpan dana dalam bentuk logam mulia atau emas batangan, kini perhiasan emas mulai menjadi alternatif karena menawarkan fungsi yang lebih fleksibel. ’’Perhiasan itu bisa dipakai, bisa dipamerkan, dan bisa dibawa ke berbagai acara,’’ ujarnya.

Menurut dia, model perhiasan minimalis tanpa banyak mata juga semakin diminati. Desain yang sederhana membuat perhiasan lebih mudah digunakan sehari-hari. Di sisi lain, model tersebut tetap memiliki nilai karena kandungan emas menjadi salah satu pertimbangan utama.

Diana menjelaskan, harga perhiasan emas turut mengikuti pergerakan harga emas. Kondisi ekonomi global dan nilai tukar dolar menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi harga emas. Saat ini, harga emas yang menjadi acuan penjualan berada di kisaran Rp 2,1 juta per gram. Harga tersebut sebelumnya sempat mengalami penurunan dari level yang lebih tinggi.

’’Kalau harga emas naik, tentu nilai perhiasan juga ikut naik. Begitu juga ketika harga emas turun. Karena pada dasarnya harga perhiasan mengikuti tren harga emas dunia,’’ katanya.

Dengan fungsi tersebut, perhiasan emas menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan bentuk investasi emas yang hanya disimpan. Nilai ekonominya tetap menjadi pertimbangan, sementara bentuknya dapat digunakan sebagai bagian dari penampilan.

Bagi konsumen, perhiasan emas akhirnya bukan hanya tentang memiliki sesuatu yang indah untuk dikenakan. Ada nilai yang ikut melekat di balik aksesori tersebut-bisa dipakai hari ini, sekaligus disimpan untuk kebutuhan di kemudian hari. (fan/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
tren lifestyle tren perhiasan emas aset emas gaya hidup