Bukan lagi sekadar botol minum, tumbler kini telah menjadi bagian dari gaya hidup ramah lingkungan bagi sebagian orang. Hiasan stiker bertema band musik hingga ornamen carabiner alias pengait logam adalah di antara ciri khas tumbler kalcer yang lekat dengan anak muda.
SUDAH dua tahun ini, Aditya Dwi Laksono rutin membawa tumbler kesayangannya ke mana-mana. Pemuda 25 tahun asal Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, itu mulai beralih menggunakan tempat air minum sendiri semenjak masuk kuliah pada 2024 silam. ’’Alasan pribadiku pakai tumbler untuk mengurangi sampah plastik,’’ kata mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Surabaya, itu, kemarin (15/8).
Sejak membawa tumbler, dirinya tak perlu lagi membeli air minum dalam kemasan setiap keluar rumah, seperti ketika nongkrong dan kuliah. Selain lebih hemat, Adit bisa ikut mengurangi produksi sampah dari botol air. Adanya tumbler juga membuat tubuhnya terhindar dari dehidrasi. Kebutuhan airnya selalu tercukupi karena wadah minumnya selalu terisi penuh saat dibawa pergi. ’’Dengan tumbler kita bisa minum air putih terus, karena kalau sudah sibuk kegiatan di luar kadang lupa untuk minum,’’ tuturnya.
Tak hanya mengutamakan fungsi, Adit menjadikan tumbler-nya sebagai aksesori yang mencerminkan lifestyle anak muda. Ia saat ini memiliki tiga tumbler. Dari ukuran kecil, sedang, dan paling besar berkapasitas 750 mililiter. Semua tempat air berbahan stainless steel itu memiliki warna minimalis, putih dan hitam.
Satu hal yang menjadi ciri khas tumbler-nya ialah adanya tempelan stiker band indie, komunitas, dan tema-tema skena. Dilengkapi dengan carabiner di bagian atasnya, tempat air itu ia gantung di tas ataupun lubang ikat pinggang celana jeans. ’’Di kalangan anak muda, pakai tumbler begini kayak kece banget,’’ ujarnya disambung tawa.
Menurut Adit, penggunaan tumbler kalcer yang kian ngetren menjadi bukti kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan diri semakin tumbuh di kalangan generasi muda. Di satu sisi, kesehatan tubuh dapat terjaga dengan minum air putih yang cukup. Di sisi lain, mereka berkontribusi untuk ikut menjaga kelestarian alam. ’’Artinya kita tetap bisa mengikuti perkembangan zaman dengan tetap mencukupi kebutuhan air putih dan mengurangi sampah plastik,’’ tandas Adit. (adi/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto