Jangan Asal Buang Sampah, Begini Cara Memilah dari Rumah

Imron Arlado • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:07 WIB
Sejumlah petugas memilah sampah berdasarkan jenisnya di fasilitas pengelolaan sampah. Pemilahan dilakukan untuk memudahkan proses pengolahan dan mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
Sejumlah petugas memilah sampah berdasarkan jenisnya di fasilitas pengelolaan sampah. Pemilahan dilakukan untuk memudahkan proses pengolahan dan mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kebiasaan membuang sampah tanpa memilah masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan. Padahal, langkah sederhana seperti memisahkan sampah sejak dari rumah dapat membantu mengurangi timbunan sampah dan membuat pengelolaannya lebih mudah.

Pemerintah Kota Mojokerto juga terus mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Upaya tersebut salah satunya disampaikan dalam sosialisasi Budaya RT Berseri di Kelurahan Jagalan dan Purwotengah pada Maret 2026.

Dalam program tersebut, masyarakat didorong membiasakan pemilahan sampah menjadi tiga kelompok, yakni sampah organik, anorganik, dan residu. Kebiasaan tersebut dinilai dapat membantu mengurangi volume sampah sekaligus mempermudah pengelolaan di lingkungan.

Sampah organik merupakan jenis sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup dan mudah terurai. Contohnya sisa makanan, sayuran, buah-buahan, hingga daun. Sampah seperti ini dapat dikelola kembali dengan beberapa cara sederhana.

DLH Kota Mojokerto menyebut sampah organik dapat dikelola secara mandiri melalui komposter, biopori, budidaya maggot, maupun metode pengolahan organik lainnya. Dengan begitu, sampah tidak langsung bercampur dengan jenis sampah lain.

Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, dan kemasan tertentu sebaiknya dipisahkan dalam kondisi bersih dan kering. Sampah tersebut juga tidak boleh bercampur dengan sampah organik, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), maupun residu.

Pemilahan ini sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan kecil di rumah. Warga bisa menyiapkan tempat berbeda untuk sampah organik dan anorganik. Sampah yang masih dapat dimanfaatkan juga dapat dikumpulkan untuk disalurkan ke bank sampah.

Baca Juga: Cara Mudah Pindah Faskes BPJS Kesehatan, Cukup lewat Ponsel Saja

Sedangkan sampah residu merupakan sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali dengan mudah. Jenis ini dapat dipisahkan sejak awal agar tidak bercampur dengan sampah yang sebenarnya masih memiliki nilai guna.

Selain tiga kelompok tersebut, DLH Kota Mojokerto juga menjelaskan mengenai sampah B3. Jenis sampah ini memerlukan penanganan khusus dan pengelolaannya dilakukan melalui pihak ketiga yang memiliki izin pengelolaan limbah B3.

Pemkot Mojokerto menilai persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Perubahan kebiasaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pemilahan dari rumah menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan tanpa harus menunggu program besar. Masyarakat cukup membiasakan diri mengenali jenis sampah sebelum memasukkannya ke tempat pembuangan.

Kebiasaan tersebut juga dapat membantu pengelolaan sampah di tingkat lingkungan. Sampah yang sudah terpisah akan lebih mudah ditangani sesuai jenisnya dan tidak semuanya berakhir sebagai sampah yang harus dibuang.

Bagi masyarakat Mojokerto, kebiasaan memilah sampah bisa dimulai dari hal sederhana. Misalnya, memisahkan sisa makanan dari botol plastik atau kardus setelah selesai digunakan.

Baca Juga: Simak Sinopsis Onslaught: Teror Monster Berwujud Tentara di Tengah Gurun!

Tidak kalah penting, sampah anorganik yang masih bisa dimanfaatkan sebaiknya tidak langsung dibuang. Botol plastik, kardus, dan kemasan tertentu dapat dikumpulkan terlebih dahulu untuk digunakan kembali atau disalurkan melalui bank sampah.

Dengan langkah sederhana tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan. Kebiasaan memilah dari rumah juga dapat menjadi bagian dari kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar.

Pemkot Mojokerto sendiri terus mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya, termasuk melalui pembinaan kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui bank sampah, pembuatan kompos dengan biopori, hingga pengolahan sampah organik.

Karena itu, sebelum membuang sampah, tidak ada salahnya mulai membiasakan diri untuk melihat kembali jenis sampah yang ada. Dari satu rumah, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama di lingkungan sekitar. NISRINA

 

Editor : Imron Arlado
Pemilahan Sampah lingkungan mojokerto bank sampah sampah