Busana kebaya terus mengalami perkembangan. Tak lagi dipakai bersama jarik dan kemben melulu, kini kebaya dengan aneka aksen tambahan dan dipadukan dengan sabuk hingga sepatu kasual. Terkesan mengacaukan pakem konvensional, sentuhan modifikasi itu membuat eksistensi kebaya sebagai busana tradisional wanita semakin meningkat dan tampil lebih segar.
PANDANGAN tentang tren kebaya modern itu disampaikan Safrizal Roji Tuasikal. Perancang busana asal Trowulan itu mengatakan, gaya kebaya saat ini sudah berkembang jauh dari tampilan bernuansa tradisional ke arah modern. Pergeseran tren itu terlihat dari munculnya berbagai inovasi perpaduan busana kebaya dengan item-item yang lebih trendi. ’’Dulu kebaya identik dipakai dengan jarik dan kemben di dalam, ditambah dengan stagen yang berfungsi untuk menarik perut agar ramping,’’ ujarnya.
Kini, banyak pengguna kebaya, khususnya anak-anak muda, yang mengubah model tersebut. Sal, panggilan Safrizal menyebut, kemben yang umumnya tertutup kebaya justru ditonjolkan di luar. Selain itu, pakaian bawahannya juga tidak selalu jarik dan rok ketat, melainkan diganti dengan celana panjang dan rok longgar dengan berbagai aksesori ikat pinggang dan selendang. ’’Lalu ditambah belt, obi, terus sepatunya pakai sneakers, Docmart, dan sebagainya,’’ tuturnya.
’’Meski ini mengacaukan pakem kebaya konvensional, namun eksistensinya sebagai busana wanita Indonesia semakin meningkat dengan satu tampilan yang lebih fresh,’’ imbuh dia. Modernisasi kebaya memunculkan kesan lebih bebas dan santai. Toh, penggunaan kebaya kian luas, tak hanya diacara tertentu seperti kondangan, melainkan juga pertemuan sesama teman. ’’Kebaya sekarang jadi satu style yang cukup menarik yang juga wearable, dari konservatif bisa berubah menjadi look yang edgy,’’ terang pemilik Saf Tuasikal Fashion itu.
Saf mengungkapkan, kebanggaan mengenakan kebaya kini memunculkan istilah ’’kebaya kalcer’’. Sebutan ini merujuk pada gaya pakaian tradisional kebaya yang dipadupadankan dengan item-item yang mengikuti perkembangan zaman. ’’Kebaya dijadikan alternatif untuk tampil berbeda dengan kearifan lokal in the next level sebagai campaign bahwa saat ini berkebaya dianggap stylish,’’ tutur desainer fesyen berusia 33 tahun itu.
Di sisi lain, banyak desainer kontemporer melahirkan koleksi kebaya dengan sentuhan baru dan trendy. Mereka tetap mempertahankan aspek-aspek yang menjadi paket, namun menambahkan aksen baru sehingga membuat kebaya lebih bervariasi dengan gaya streetwear hingga vintage yang kekinian.
Salah satunya adalah koleksi busana milik Saf berjudul ’’Beautrics, Beauty and Eccebtrics’’ yang memadukan kebaya modern dengan celana, obi, leather belt, dengan berbahan denim. ’’Perpaduan ini mengasikkan total look yang cantik namun tetap estetik,’’ ucapnya. (adi/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto