Layanan spa bayi kian diminati di Mojokerto. Menawarkan fasilitas seperti pijat hingga terapi renang, pusat baby care jadi tempat bayi merelaksasi diri dan melepas penat sejak usia hari pertama.
SALAH satu penyedia layanan perawatan bayi itu adalah Nindy’s Baby, Kids and Mom Spa yang berlokasi di Ruko Grand Lotus A2, Jalan Teratai, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Bebagai layanan baby massage yang disediakan antara lain pijat untuk bayi yang mengalami capek, pijat batuk pilek (bapil) dengan terapi uap (nebulizer), hingga pijat pencernaan untuk mengatasi masalah seperti sembelit, muntah, dan diare.
’’Ada juga massage nafsu makan yang biasanya untuk adik-adik bayi yang sedang fase GTM (gerakan tutup mulut) atau tumbuh gigi sehingga nafsu makannya berkurang,’’ kata terapis kesehatan Nindy’s Spa, S. Mursyidatun Nisa.
Tak hanya layanan pijat modern, fasilitas spa bayi juga jadi pilihan para orang tua. Diawali dengan terapi senam menggunakan bola besar alias gym ball, si kecil kemudian menjalani renang sebelum nantinya dipijat. Uniknya, air yang dipakai berendam menggunakan seduhan rempah kayu secang yang dikenal memiliki banyak khasiat. ’’Kami yang pertama kali di Mojokerto menyediakan baby spa secang yang berguna untuk keluhan ruam atau gatal-gatal,’’ imbuhnya.
Nisa mengungkapkan, pihaknya memberi layanan pijat dan spa kepada bayi sejak usia hari pertama. Hal ini, lanjutnya, berbeda dengan tempat baby care lain yang biasanya baru berani memberi tindakan selepas usia dua minggu. Bahkan, dia menyebut, layanan perawatan sudah bisa diberikan sejak pascamelahirkan di rumah sakit atau melalui layanan homecare.
Selain perawatan bayi dan anak kategori kids di atas usia satu tahun, pihaknya juga memberi layanan terapi konseling kepada orang tua. Khususnya kepada para ibu muda atau new mom yang kerap menghadapi berbagai drama seperti ASI yang tidak keluar, anak tantrum, hingga gejala awal baby blues. ’’Di tempat kami semua terapisnya bidan dan memiliki sertifikat pelatihan baby and kids spa, jadi lebih profesional untuk perawatan ibu dan anak,’’ tuturnya.
Nisa berpendapat, paradigma perawatan bayi di kalangan orang tua muda saat ini telah mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika dahulu para ibu terbiasa membawa sang buah hati ke dukun bayi atau pijat tradisional, kini trennya bergeser ke arah baby care yang lebih modern dan memberi penanganan berbabis medis.
Fenomena ini, lanjutnya, didorong oleh lahirnya generasi new mom dari kalangan Milenial dan Gen Z yang jauh lebih kritis dan selektif dalam memilih perawatan untuk anak mereka. Di sisi lain, Nisa menyampaikan, terapi baby care sangat diperlukan anak-anak untuk mempertahankan imunitas dan daya tahan tubuh. Dengan rutin pijat, misalnya, bayi jadi tidak mudah sakit dan merasa lebih nyaman. (adi/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto