Sejarah Singkat Dasi
Dilansir dari berbagai sumber, dasi telah ada sejak zaman Romawi dan Tiongkok kuno, ketika kain di leher digunakan oleh prajurit dan tokoh kerajaan sebagai pelindung sekaligus penanda identitas. Memasuki abad ke-16, aksesori leher seperti ruff mulai populer di kalangan bangsawan Eropa sebelum akhirnya berkembang menjadi cravat di Prancis pada abad ke-17 berkat pengaruh prajurit Kroasia.
Seiring perkembangan zaman, bentuk dasi menjadi lebih sederhana dan praktis hingga melahirkan model dasi modern pada abad ke-19. Kini, dasi tidak hanya dipakai dalam acara formal, tetapi juga menjadi bagian dari gaya fashion anak muda.
Baca Juga: Pagar Pengaman Jembatan Pacet-Cangar Mojokerto Segera Direalisasikan
Pengaruh budaya populer membuat dasi digunakan sebagai aksesori yang lebih santai dan bebas dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian. Salah satu tokoh yang ikut mempopulerkan gaya tersebut adalah Avril Lavigne, yang kerap mengenakan dasi yang diikat longgar lalu dipadukan dengan pakaian kasual seperti kaos pada era 2000-an.
Corak dan Warna Dasi
Dasi memiliki banyak corak yang dapat disesuaikan dengan gaya dan kebutuhan pemakainya. Corak polos menjadi pilihan yang paling umum karena mudah dipadukan dengan berbagai jenis pakaian dan cocok digunakan dalam berbagai suasana.
Selain itu, terdapat motif garis yang memberikan kesan rapi dan tegas, serta motif polka dot yang menghadirkan nuansa klasik. Corak kotak-kotak juga cukup diminati karena mampu menciptakan tampilan yang lebih menarik saat dipadukan dengan pakaian sederhana, sementara motif paisley dengan bentuk melengkung khas sering dipakai untuk memberikan kesan elegan pada penampilan.
Baca Juga: BERITA FOTO: Eksplorasi Sumber Daya Alam di Sungai Pikatan Mojokerto
Untuk pilihan warna, pada umumnya dasi identik dengan warna-warna netral seperti biru tua, hitam, abu-abu, merah tua, dan cokelat. Namun sekarang, dasi sudah hadir dengan warna dan motif lucu yang lebih beragam sehingga tidak lagi terkesan kaku dan formal.
Selain itu, penggunaan manik-manik, bros pin, dan stiker pada dasi juga menjadi tren di kalangan generasi muda karena membuat tampilannya terlihat lebih lucu dan menarik. Gaya ini cocok dipadukan dengan fashion Y2K yang kembali populer di kalangan anak muda.
Cara Generasi Muda Menggunakan Dasi
Pada umumnya, dasi digunakan dengan ikatan rapi dan dipadukan bersama kemeja formal. Namun, gaya tersebut mulai berubah pada era 2000-an, sejak Avril Lavigne mempopulerkan penggunaan dasi longgar yang dipadukan dengan kaus kasual. Kini, cara memakai dasi pun semakin beragam.
Baca Juga: Pengelola Polisikan Balik Member Arisan Online
Ada yang mengenakannya tanpa diikat dan membiarkannya menyampir di leher, bahkan ada pula yang menggunakan dasi sebagai pengganti sabuk celana. Perubahan ini menunjukkan bahwa gaya berpakaian terus berkembang mengikuti zaman dan tren yang digemari generasi muda.
Perkembangan Bentuk Dasi
Seperti yang dikenal selama ini, dasi umumnya berbentuk four-in-hand, yaitu memiliki dua sisi simetris dengan bagian bawah yang meruncing. Selain itu, terdapat juga dasi kupu-kupu atau pita, serta skinny tie yang memiliki bentuk serupa dengan dasi standar tetapi berukuran lebih tipis. Seiring perkembangan tren fashion, bentuk dasi kini semakin beragam, mulai dari model unik berbentuk ikan hingga bintang. ASIKHA
Editor : Imron Arlado