JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Coffee shop kini tidak lagi identik hanya sebagai tempat membeli kopi. Bagi banyak anak muda, cafe sudah menjadi tempat nyaman untuk mengerjakan tugas, bekerja, berkumpul bersama teman, hingga sekadar mencari suasana baru di tengah aktivitas yang padat.
Fenomena Work From Cafe (WFC) pun semakin sering ditemui, terutama di kalangan mahasiswa dan pekerja muda. Tidak sedikit yang memilih menghabiskan waktu berjam-jam di coffee shop sambil membawa laptop atau tablet untuk menyelesaikan pekerjaan maupun tugas kuliah.
Suasana cafe yang tenang dengan musik santai, interior estetik, serta fasilitas seperti WiFi dan colokan listrik menjadi alasan utama mengapa banyak orang merasa lebih nyaman bekerja di cafe dibanding di rumah. Selain itu, suasana baru juga membuat sebagian orang merasa lebih semangat dan tidak mudah bosan.
Tidak hanya soal produktivitas, coffee shop juga telah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda masa kini. Banyak cafe menghadirkan konsep unik dan menarik sehingga cocok dijadikan tempat berkumpul, membuat konten media sosial, atau sekadar menikmati waktu sendiri.
Kini, banyak coffee shop juga mulai beroperasi hingga larut malam bahkan 24 jam. Hal ini membuat cafe semakin fleksibel untuk dikunjungi kapan saja, terutama bagi mahasiswa yang mengerjakan tugas hingga malam hari atau pekerja yang membutuhkan tempat nyaman di luar jam kerja biasa.
Baca Juga: Angkutan Umum Mojokerto-Batu Dilarang Turunkan Penumpang di Jembatan Cangar
Keberadaan cafe 24 jam juga menjadi pilihan bagi anak muda yang ingin mencari suasana santai tanpa terburu-buru oleh jam tutup. Tidak heran jika beberapa coffee shop tetap ramai meski sudah memasuki malam hingga dini hari.
Di Mojokerto sendiri, kini semakin banyak coffee shop dengan konsep beragam yang bisa menjadi pilihan, baik untuk Work From Cafe (WFC) maupun sekadar nongkrong santai bersama teman. Mulai dari cafe dengan suasana tenang untuk belajar dan bekerja, hingga tempat nongkrong estetik yang cocok untuk berburu foto dan menikmati suasana malam.
Baca Juga: Sopir Mengantuk, Truk Tangki di Mojokerto Tabrak Pohon lalu Terguling
Di sisi lain, kebiasaan nongkrong di coffee shop juga membuat pengeluaran menjadi lebih besar apabila dilakukan terlalu sering. Karena itu, penting untuk tetap menyesuaikan gaya hidup dengan kebutuhan dan kondisi finansial masing-masing. RIRA
Editor : Imron Arlado